News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sikap Barasuara saat Santer Isu Musisi Indonesia Ikut Cabut dari Spotify

Penulis: Fauzi Nur Alamsyah
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Spotify akan merilis paket berlangganan baru yang mencakup audio dengan fidelitas tinggi. Sumber foto: Business Insider

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah 

Ringkasan Berita:

  • Isu boikot terhadap platform streaming musik Spotify santer. 
  • Ada musisi yang menyatakan hapus semua lagu dari Spotify.
  • Grup Barasuara menyikapi isu ini.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Isu boikot terhadap platform streaming musik Spotify beredar di kalangan musisi tanah air.

Baru-baru ini Seringai resmi cabut dari Spotify dan menghapus semua lagu mereka dari layanan tersebut.

Baca juga: Seringai Cabut dari Spotify, Protes Investasi Daniel Ek di Industri Militer

Dua personel grup band Barasuara, Iga Masardi dan Gerald Situmorang ikut bersikap menanggapi hal tersebut.

Isu boikot terhadap Spotify yang beredar di kalangan musisi Indonesia dan internasional dipicu oleh beberapa alasan utama yang menyentuh aspek etika, finansial, dan solidaritas sosial.

Daniel Ek, CEO Spotify, dilaporkan menginvestasikan sekitar US$700 juta ke perusahaan pertahanan Jerman bernama Helsing, yang mengembangkan teknologi AI untuk pesawat tempur dan sistem militer yang diduga mendanai perang di Gaza.

Iga Massardi dan Gerald Situmorang, mengakui situasi ini menjadi dilema bagi para musisi.

“Ini memang jadi masalah yang dilematis ya. Karena banyak konflik batin di situ,” ujar Iga Massardi saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (14/10/2025).

Di sisi lain, Barasuara masih memikirkan para penggemarnya untuk bisa mendengarkan karya-karya mereka.

Baca juga: Spotify Diboikot, Musisi Global Kompak Tarik Karya Usai Sang CEO Diduga Danai Perang Gaza

“Kami juga memikirkan bagaimana pendengar kami bisa mengakses lagu-lagu Barasuara, dan sejauh ini Spotify masih jadi platform yang paling banyak digunakan," lanjut Iga.

Meski demikian, Iga menegaskan bahwa posisi Barasuara tetap jelas dalam menolak segala bentuk penindasan dan kekerasan terhadap kemanusiaan.

“Ini bukan berarti kami tidak mendukung Palestina. Kami tetap punya jarak yang tegas kami anti genosida, menolak keras, dan mengutuk segala bentuk penjajahan atau pemusnahan etnis,” lanjutnya.

Sementara itu, Gerald Situmorang menambahkan bahwa keberadaan karya di platform digital juga bisa menjadi bentuk "perlawanan dari dalam".

“Kayak Iga udah nulis lagu ‘Habis Gelap’. Menurut gue, justru ketika karya itu tetap ada di platform, bisa jadi bentuk serangan dari dalam juga,” kata Gerald.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini