News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

BGN Jawab Tudingan Menyogok Pembuat Konten Positif Soal MBG

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan isu terkait insentif Rp 5 juta bagi pelaksana daerah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membuat konten positif.

Isu pemberian insentif tersebut viral di media sosial.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati menyatakan, tidak ada kebijakan terkait pemberian insentif.

Ia menjelaskan, pernyataan tersebut hanya candaan atau guyonan ketika acara Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Teknis Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis pada Senin, 27 Oktober 2025, di Jakarta.

Baca juga: BGN Atur Kapasitas Produksi Dapur Makan Bergizi Gratis dalam Perpres, Ini Batas Porsi yang Dimasak

“Pernyataan soal insentif Rp 5 juta itu bukan keputusan resmi, melainkan hanya candaan yang disampaikan untuk memotivasi para peserta agar lebih kreatif dalam menyebarkan informasi positif tentang program MBG,” jelas Hida di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Candaan tersebut dimaksudkan untuk menyemangati para peserta agar berani tampil dan kreatif di media sosial dengan konten yang edukatif serta inspiratif.

BGN berupaya membangun komunikasi publik efektif dan transparansi terkait Program MBG di seluruh daerah.

Upaya ini mencakup penguatan kapasitas komunikasi bagi Koordinator Regional (Kareg) dan Koordinator Wilayah (Korwil), termasuk pelatihan pembuatan konten informasi yang kredibel.

“Kami akan terus memastikan agar seluruh pesan publik berjalan sesuai koridor resmi dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Hida.

Sebelumnya dikutip dari Tribun Ternate, pernyataan terkait pemberian insentif dilontarkan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S  Deyang.

Nanik mengatakan, pemberian insentif itu sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas daerah dalam menyebarkan informasi yang benar dan membangun citra positif program MBG di ruang digital.

Ia menjelaskan, dorongan ini muncul di tengah maraknya kabar keliru dan disinformasi tentang program MBG yang beredar di berbagai platform media sosial.

Saat ini kata Nanik, masih banyak berita miring dan negatif dari pelaksanan MBG diberbagsi daerah.

Karena itu, ia meminta setiap daerah membangun kanal komunikasi resmi melalui media sosial dan mengelola akun pendukung yang aktif menyebarkan positif seputar MBG

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini