News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Menjaga Penyanyi yang Viral seperti Dedi Mega hingga Bu Guru Eni Agar Tetap Eksis

Penulis: Willem Jonata
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TETAP EKSIS - Dedi Mega merupakan seorang sopir truk di Kalimantan, yang viral di media sosial karena aksi menyanyinya. Ia pun diorbitkan label TA Pro agar eksis di blantika musik Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di era digital, siapapun kini bisa menjadi penyanyi selama memiliki kepercayaan diri, serta kemampuan vokal yang baik dan unik. 

Seperti halnya Dedi Mega. Meski berlatar belakang sebagai sopir truk di Kalimantan, aksinya menyanyikan lagu "Stecu" dan "Tia Monika" viral di media sosial. 

Suaranya khas dengan logat Jawa yang kental membuatnya menarik perhatian publik.

Bu Guru Eni Mulyasari, juga setali tiga uang. Videonya menyanyikan lagu 'Jang' viral. Sama halnya dengan Bunda Dor Dor yang juga viral lewat lagu 'Waktu Ku Kecil'.

Pak Slamet Pengamen dengan lagu "Salahmu Sendiri" dan "Tambal Ban". Termasuk Kades Hoho (Kades Banjarnegara) yang berkolaborasi dengan Lala Widi.

Tak heran kemudian label rekaman Ta Pro Musik & Publishing, tertarik mengorbitkan mereka.

Direktur TA Pro, Tole Sutrisno, rupanya mengaku tertarik membantu mereka yang penuh kreativitas dan punya semangat berkarya di dunia musik Indonesia.

“Kami membantu mengangkat mereka, seperti Dedi, Pak Slamet, dan Bu Guru Eni, agar bisa menikmati keterlibatan mereka di dunia kreatif seni,” kata Tole Sutrisno, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (20/11/2025).

Mereka, lanjut Tole, juga akan mendapatkan manfaat ekonomi atas kreativitasnya.

Tole menekankan pentingnya keberlanjutan dan manfaat ekonomi bagi para kreator. Sebab, tak jarang setelah viral konten kreator yang mengandalkan kemampuannya bernyanyi, kemudian malah tenggelam. 

Sebagai pimpinan label, Tole membuka kesempatan sebesar-besarnya untuk kolaborasi dengan pelaku industri kreatif dari daerah, mulai dari pencipta lagu, orkes Melayu, hingga grup musik.

TA Pro, lanjut dia, menyediakan wadah manajemen artis bagi penyanyi dan musisi yang ingin berkembang lebih serius.

Ratusan lagu produksi TA Pro sejauh ini telah menghiasi tangga lagu trending YouTube dan berbagai Digital Streaming Platform (DSP) lainnya.

“Peluang ekonomi bagi pelaku musik cukup besar. Industri kreatif itu tidak pernah terpapar krisis ekonomi,” kata Tole.

TA Pro kemudian mengembangkan unit usaha di bidang event organizer (EO) dan production house (PH) untuk mendukung ekosistem tersebut.

Baca Selanjutnya: Single ku ingin bebas amel amelia sebagi obat rindu penggemarnya

Langkah tersebut menunjukkan bahwa TA Pro tidak hanya mengejar tren viralitas semata, melainkan membangun panggung yang berkelanjutan bagi wajah-wahab baru musik Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini