Dian pun meminta salah satu temannya untuk mencari Gary, namun tak ditemukan.
Tak lama, Roy menerima sebuah video yang menunjukkan Gary mengalami kecelakaan tunggal.
"Kami datangin ke lokasi dan membawanya ke Rumah Sakit Suyoto, Jakarta Selatan. Saat mengendarai motor, Gary Iskak sendirian dan sedang tidak iring-iringan sama komunitas motor," lanjut dia.
Dian menduga Gary kecelakaan karena menghindari orang menyeberang.
"Mungkin bang Gary menghindari orang menyebrang sampai menabrak pohon," timpal Dian.
Saksi lainnya, Angga Fitriana (28) yang merupakan karyawan cuci mobil di lokasi kejadian, menceritakan bahwa kecelakaan terjadi pada Sabtu pukul 00.30 WIB.
Saat itu, Angga tengah nongkrong di tempat kerjanya.
Tiba-tiba ia mendengar ada suara benturan keras tepat di depan tempatnya bekerja.
"Saat kejadian, saya lagi nongkrong di tempat kerja, tiba-tiba terdengar suara benturan,"
"Videonya saya share di grup motor dan sebagian orang ada yang mengenali (Gary Iskak)," kata Angga, Sabtu siang.
Ia juga menyaksikan bahwa Gary mengendarai motor tanpa mengenakan helm.
Gary menabrak pohon di depan tempat cuci mobil hingga menyebabkan luka parah di bagian kepala.
Bahkan, hidungnya mengeluarkan darah cukup banyak.
"Enggak pakai helm," ucap Angga.
Angga mengatakan, korban pun dibawa ke rumah sakit menggunakan motor.
"Diangkut pakai motor ke rumah sakit," ujar Angga.
Gary pun sempat dirawat di rumah sakit hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 09.24 WIB.
Jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jaksel, Sabtu sore.
Baca tanpa iklan