TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kreator sekaligus pegiat isu lingkungan, Jerhemy Owen berhasil membangun akses air bersih di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tepatnya selama beberapa hari belakangan ini, Jerhemy ada di Desa Wokowoe dan Wokodekororo, Kabupaten Nagekeo, Ende.
Aksi ini menjadi perubahan besar bagi ribuan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan sekira 2–3 jam melintasi hutan dan bebatuan hanya untuk mendapatkan air bersih.
Proyek pembangunan akses air bersih tersebut selesai pada awal November dan diresmikan melalui rangkaian acara penuh syukur.
Warga menyambut Owen dan tim dengan tarian tradisional, doa bersama, hingga momen bermain air sebuah pemandangan yang bertolak belakang dengan kondisi mereka sebelum proyek dimulai.
Baca juga: Krisis Obat untuk Anak hingga Air Bersih Usai Bencana di Sumatera, IDAI Sebut Perlu Bantuan Cepat
Selama ini, warga Wokowoe dan Wokodekororo hanya mengandalkan air hujan yang jarang turun.
Ketika persediaan habis, mereka terpaksa berjalan berjam-jam menuju sumber mata air terdekat. Jalur berbatu dan medan berat menjadi tantangan sehari-hari, terlebih bagi anak-anak dan para orang tua.
Kini, perjuangan itu berakhir. Air bersih mengalir langsung ke rumah-rumah warga melalui sistem jaringan pipa yang tersambung dari beberapa titik mata air.
Tangki berkapasitas 20.000 liter dipasang di area sumber air, sementara tangki 10.000 liter ditempatkan di dalam desa untuk memastikan pasokan stabil.
"Kalau dari saya, semoga dengan adanya air bersih ini, semua bisa hidup lebih tenang bisa fokus bekerja, bersekolah, dan beraktivitas tanpa harus lagi memikirkan jarak dan perjuangan untuk mendapatkan air," jelas Jerhemy Owen dalam wawancara virtual, Senin (1/12/2025).
"Tenang saja, sekarang air sudah dekat dengan kalian,” ucap Owen.
Jerhemy Owen merupakan kreator konten di bawah naungan Mantappu Corp. dengan fokus pada isu lingkungan, keberlanjutan, dan aksi sosial.
Ia merupakan lulusan Program Studi Teknologi Lingkungan dan terpilih sebagai perwakilan Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP29) di Azerbaijan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Owen aktif turun langsung ke lapangan lewat berbagai kegiatan sosial, mulai dari aksi di Bantargebang dan Ciliwung hingga kampanye penanaman 10.000 pohon bersama WWF Indonesia dalam gerakan #WenanamPohon dan #Wenanam di Papua pada 2025.
Baca tanpa iklan