Ringkasan Berita:
- Richard Lee populer di dunia hiburan Tanah Air
- Ia menggeluti industri estetika
- Penghargaan di Vietnam diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap keunggulan teknologi dan standar medis yang diterapkan di kliniknya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dokter Richard Lee, meraih penghargaan internasional bergengsi bertajuk Prestige Excellence APAC Award dalam ajang BTL Regional Summit & Award Gala 2025 yang digelar di JW Marriott Phu Quoc, Vietnam.
Penghargaan tersebut menempatkan Richard Lee sebagai salah satu dokter kecantikan paling berpengaruh di kawasan Asia Pasifik.
Ia berhasil mengungguli para pesaing dari negara yang dikenal sebagai pusat industri estetika dunia, seperti Korea Selatan, Jepang, dan Thailand, serta perwakilan dari Singapura, Malaysia, Laos hingga Kamboja.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap keunggulan teknologi dan standar medis yang diterapkan di kliniknya.
Penjurian menilai adaptasi teknologi di Klinik Richard Lee dinilai masif dan lengkap, sehingga menjadi pusat rujukan estetika dengan fasilitas kelas premium.
Baca juga: Respons Richard Lee Didesak Hentikan Inara Rusli jadi BA Buntut Dugaan Selingkuh dengan Suami Mawa
“Seringkali orang Indonesia merasa harus terbang ke Korea atau Singapura untuk mendapatkan perawatan terbaik. Penghargaan ini membuktikan sebaliknya,” ujar dr. Richard Lee dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (2/12/2025).
“Alat kita lebih lengkap, teknologi kita lebih update, dan standar kita sudah diakui dunia," lanjutnya.
Richard Lee menyebut pencapaiannya merupakan hasil komitmen untuk terus menghadirkan layanan medis terbaik.
Dengan capaian tersebut, dr. Richard Lee mengukuhkan kiprahnya sebagai salah satu figur utama estetika di Asia Pasifik.
“Ini adalah pembuktian bahwa kualitas dokter Indonesia tidak kalah bersaing. Saya dedikasikan penghargaan ini untuk para pasien yang selalu percaya,” ucapnya.
Profil Richard Lee
Richard Lee dikenal publik sebagai dokter sekaligus YouTuber. Ia lahir di Medan, 11 Oktober 1985.
Diketahui sebelumnya, Richard Lee menekuni profesi dokter umum selepas lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri).
Kemudian, Rihard Lee melanjutkan studi strata 2 (S2) di Universitas Respati Indonesia.
Dari situ, Richard Lee mendirikan klinik kecantikan yang diberi nama Athena.
Klinik tersebut kini sudah memiliki 18 cabang di seluruh Indonesia.
Tak berhenti di situ, di sela kesibukannya, Richard Lee menyempatkan diri menimba ilmu di Atlantic International University di Amerika Serikat untuk mendapatkan gelar PhD.
Selain menjadi dokter, kini Richard Lee pun juga dikenal sebagai YouTuber.
Ia kini memiliki jutaan subscribers di kanal YouTube-nya dr Richard Lee, MARS.
Jauh sebelum dirinya terkenal, Richard Lee rupanya berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Dalam kanal YouTube pribadinya, dr Richard Lee, MARS, Richard Lee pernah menjelaskan sekilas tentang sosoknya dan perjalanan hidupnya di masa lalu.
Adapun cerita mengenai profil itu diunggah dengan judul "Berkenalan dengan dr Richard Lee, MARS dan Sejarah Klinik Kecantikan Athena" pada 9 November 2018.
Berdasarkan video tersebut, Richard Lee disebutkan lahir di Medan dan dibesarkan di Palembang.
Ia mengaku berasal dari keluarga yang kurang mampu dan tinggal di lantai paling atas sebuah rumah susun.
"Di lantai paling atas itu sewahan yang paling murah. Saya besar di Palembang dan bener-bener dari keluarga kurang mampu, untuk makan aja susah," kata Richard Lee.
Meski begitu, orang tuanya selalu mengusahakan agar Richard Lee bisa menimba ilmu di sekolah terbaik.
Kedua orang tuanya bahkan tak jarang harus menghadap yayasan dan pinjam uang untuk meringankan biaya sekolahnya.
"Celakanya lagi saya bukan orang pintar, jadi sudah misikin, bodoh pula. Saya masih ingat pas SMP saya rangking 28 dari 32 siswa, jadi rangking 4 dari bawah," terangnya.
Sementara itu, titik balik hidupnya bermula saat ia bertemu dengan salah seorang teman akrabnya di SMA.
Bersama teman akrabnya itu, ia sukses meraih sejumlah prestasi, di antaranya mewakili sekolah untuk mengikuti beberapa perlombaan.
"Setelah saya review, hal itu butuh satu kata, yaitu niat. Ketika saya punya niat, semua akan lebih mudah," jelas dia.
Cita-citanya untuk menjadi seorang dokter pun mulai muncul saat duduk di kelas 3 SMA.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)
Baca tanpa iklan