News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Parenting Aman Menurut Psikolog: Bukan Soal Anak Nurut, tapi Merasa Dilindungi

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepatuhan anak belum tentu menjadi tanda parenting yang sehat.  Ini pandangan psikolog.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:

  • Psikolog berbagi tentang parenting aman.
  • Kepatuhan anak belum tentu menjadi tanda parenting yang sehat.
  • Ukuran utama pengasuhan yang benar justru terletak pada rasa aman yang dirasakan anak dalam relasinya dengan orangtua.

 

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orangtua merasa berhasil ketika anak terlihat patuh dan menurut. 

Namun, menurut psikolog Wiwik Widiyanti M.Psi, kepatuhan anak belum tentu menjadi tanda parenting yang sehat. 

Baca juga: Tak Ributkan Gana-gini dan Hak Asuh Anak, Andre Taulany Sepakat Co-Parenting dengan Erin

Dalam sudut pandang psikologi modern, ukuran utama pengasuhan yang benar justru terletak pada rasa aman yang dirasakan anak dalam relasinya dengan orangtua.

Dari pengalamannya mendampingi keluarga dan orangtua, Wiwik melihat masih banyak pola asuh yang keliru dipahami sebagai bentuk kedisiplinan.

Menurut Wiwik, parenting yang benar adalah pola asuh yang membangun secure attachment atau kelekatan aman antara orangtua dan anak. 

Anak merasa diterima, dilindungi, dan disayangi, bukan ditekan atau ditakuti.

“Kalau parenting yang benar itu yang harus membuat hubungan yang aman ya. Secure attachment itulah bagi anak,” ujar Wiwik pada Talkshow MOMSPIRATION di kanal YouTube Tribun Health, Kamis (25/12/2025). 

Ia menjelaskan, hubungan yang aman akan membuat anak merasa nyaman berada di dekat orang tuanya. Anak tidak hanya patuh secara perilaku, tetapi juga terhubung secara emosional.


Anak Nurut karena Takut, Bukan karena Paham

Wiwi menyoroti masih banyaknya praktik pengasuhan yang keras dan memaksa. 

Dalam pola ini, anak sering terlihat nurut, namun kepatuhan tersebut muncul karena rasa takut, bukan karena pemahaman atau kenyamanan.

Situasi inilah yang sering membuat orang tua bingung. 

Anak terlihat “baik-baik saja”, tetapi orang tua tidak benar-benar tahu apa yang dirasakan anak. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini