News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Soal Pendidikan Anak, Denada Pilih Demokratis namun Punya Batas

Penulis: M Alivio Mubarak Junior
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERBEDAAN PANDANGAN - Penyanyi Denada Tambunan tengah menghadapi fase baru dalam perannya sebagai orangtua, seiring putrinya, Aisha, memasuki masa remaja di usia 13 tahun.  Perubahan usia tersebut membawa dinamika baru dalam hubungan ibu dan anak, termasuk makin seringnya muncul perbedaan sudut pandang di antara keduanya.

Ringkasan Berita:

  • Denada Tambunan menghadapi fase baru sebagai orangtua saat putrinya, Aisha, memasuki usia remaja. 
  • Perbedaan pendapat mulai muncul, terutama soal pilihan sekolah lanjutan. 
  • Denada menerapkan pola asuh terbuka dengan memberi ruang diskusi berbasis data, namun tetap tegas pada keputusan penting demi kepentingan terbaik anak.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Denada Tambunan tengah menghadapi fase baru dalam perannya sebagai orangtua, seiring putrinya, Aisha, memasuki masa remaja di usia 13 tahun. 

Perubahan usia tersebut membawa dinamika baru dalam hubungan ibu dan anak, termasuk makin seringnya muncul perbedaan sudut pandang di antara keduanya.

Salah satu hal yang kini menjadi perhatian utama Denada adalah soal rencana pendidikan lanjutan Aisha. 

Topik pemilihan sekolah pun menjadi perbincangan serius yang kerap memunculkan perdebatan kecil di dalam keluarga.

"Pemilihan sekolah itu yang sekarang ini kita lagi debatin bareng. Karena Aisha kepengin di satu sekolah, sementara aku lebih memilih dia di sekolah dengan model yang lain," kata Denada ditemui di Jakarta belum lama ini.

Baca juga: Denada Ungkap Alasan Kembali Lakukan Operasi Plastik di Thailand, Habiskan Biaya hingga 3 Digit

Meski menghadapi perbedaan pendapat, Denada memilih menerapkan pola pengasuhan yang terbuka dan komunikatif. 

Ia memberi kesempatan kepada Aisha untuk menyampaikan pendapatnya, selama argumen yang disampaikan memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Aku memberikan Aisha ruang untuk juga mengumpulkan data dan membela apa yang menurut dia dianggap benar dan dia anggap terbaik buat dia. Tapi aku juga akan datang dengan data-data aku sendiri," jelas Denada.

Namun, penyanyi lagu Kujelang Hari tersebut menegaskan sikap demokratis itu tetap memiliki batas. 

Pada hal-hal tertentu yang ia nilai krusial dan tidak bisa dinegosiasikan, ia tak ragu mengambil keputusan tegas demi kepentingan terbaik sang putri.

"Kalau hal itu menurut aku adalah hal yang tidak bisa didiskusikan, maka aku akan menjadi tangan besi. Aku akan bilang 'you have to do it. Why? Because you have to'," jelas Denada.

Denada pun menyadari setiap fase tumbuh kembang anak selalu menghadirkan tantangan yang berbeda. 

Ia berupaya memetik pelajaran dari pengalaman masa lalunya bersama orangtua, sembari menyesuaikan pola pengasuhan dengan perkembangan zaman saat ini.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini