News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Buku Aurelie Moeremans

Buku Broken Strings Ramai Dibicarakan, Aurelie Moeremans: Jujur Aku Tak Menyangka

Penulis: Bayu Indra Permana
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gelombang dukungan besar menghampiri Aurelie Moeremans seiring dirinya merilis ebook berjudul 'Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth'. Sang artis tak menyangka.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

Ringkasan Berita:

  • Aurelie Moeremans jadi buah bibir seiring dirinya merilis ebook berjudul 'Broken Strings.
  • Keberanian sang aktris dipuji ungkap sisi kelam hidupnya saat remaja saat dia mengalami grooming. 
  • Aurelie Moeremans tak menyangka responnya bakal meledak.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gelombang dukungan besar menghampiri Aurelie Moeremans seiring dirinya merilis ebook berjudul 'Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth'.

Baca juga: Hesti Purwadinata Diteror karena Buku Aurelie Moeremans, Roby Tremonti Muncul dan Mengaku Sakit Hati

Bukunya ini membuat Aurelie Moeremans jadi buah bibir, keberanian sang aktris dipuji ungkap sisi kelam hidupnya saat remaja saat dia mengalami grooming. 

Dukungan datang dari berbagai kalangan, termasuk rekan-rekan sesama artis. Hanya segelintir orang yang menganggap buku itu sebagai sebuah masalah dan mempermasalahkannya.

Menanggapi hal tersebut, Aurelie mengaku sama sekali tidak menyangka bahwa buku yang awalnya ia kira akan dibaca secara terbatas justru berkembang menjadi perbincangan nasional.

Baca juga: Bantah Grooming Aurelie Moeremans, Roby Tremonti: Dia Sudah Ciuman di Usia 13 Tahun

“Jujur aku tidak menyangka,” kata Aurelie Moeremans kepada Tribunnews.com, Rabu (14/1/2026).

“Awalnya aku pikir buku ini akan dibaca secara terbatas," sambungnya.

Namun seiring berjalannya waktu, buku yang dirilis tahun 2025 kemarin itu mendapat respon yang justru jauh lebih besar dari ekspektasinya. 

Diskusi, dukungan, hingga perdebatan bermunculan, terutama setelah buku tersebut mudah diakses dalam format digital.

Meski tinggal di Amerika, Aurelie tahu betul apa yang terjadi di Indonesia saat ini ketika banyak orang membicarakan bukunya.

Apapun responnya, Aurelie mengaku menerima itu semua sebagai bagian dari proses yang harus dihadapi setelah memutuskan merilis itu.

“Tapi ternyata responsnya besar sekali. Ada dukungan, ada juga polemik, dan itu aku terima sebagai bagian dari proses,” ujarnya.

Aurelie memilih untuk tidak terlarut dalam kontroversi yang muncul. Ia melihat pro dan kontra sebagai konsekuensi dari keberanian membuka kisah personal ke ruang publik, apalagi dengan topik sensitif seperti child grooming.

Tersentuh dengan Respon Positif 

Di tengah riuhnya perdebatan, Aurelie justru lebih terfokus pada dampak positif yang ia rasakan secara langsung dari para pembaca. 

Beragam pesan dari orang-orang yang pernah merasakan hal serupa membuat Aurelie tersentuh, sebab ia mengatakan tujuan utama buku itu dirilis adalah untuk membantu orang-orang yang mengalami hal serupa dengannya.

“Yang paling menyentuh buat aku adalah ketika perempuan muda dan orang tua bilang mereka merasa terbantu,” tuturnya.

“Itu bikin semua ketakutan di awal terasa sepadan,” ungkap Aurelie.

Sejak awal Aurelie membebaskan orang-orang mengakses bukunya itu yang dirilis secara digital. 

Namun belakangan ketika muncul polemik, link untuk mengakses buku digital Aurelie mendadak tak bisa diakses.

Buku itu sendiri berisikan cerita kelam masa lalu Aurelie Moeremans di usia 15 tahun ketika dirinya mengalami child grooming oleh seseorang yang namanya disamarkan menjadi 'Bobby'.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini