TRIBUNNEWS.COM - Nama aktris Aurelie Moeremans mencuri perhatian publik melalui sebuah karya tulis yang mengungkap sisi paling personal dari perjalanan hidupnya.
Lewat buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, Aurelie membuka kembali kisah kelam masa remajanya yang selama ini tersimpan rapat.
Aktris kelahiran Brussel, Belgia pada 8 Agustus 1993 itu, merilis buku tersebut pada 10 Oktober 2025.
Dalam tulisannya, Aurelie mengisahkan pengalaman pahit ketika dirinya menjadi korban manipulasi dan pendekatan dari orang dewasa di usia muda, sebuah praktik yang dikenal sebagai child grooming.
Pengakuan jujur itu sontak menyentuh banyak pembaca dan memantik diskusi luas di media sosial.
Buku Broken Strings pun dengan cepat viral dan mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk sutradara sekaligus penulis Ernest Prakasa.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @ernestprakasa, pria berusia 43 tahun ini, menyampaikan apresiasi atas keberanian Aurelie menuangkan pengalaman traumatis tersebut ke dalam sebuah karya.
“Your bravery matters.
Keberanianmu sangat berarti,” ujar Ernest, dikutip Tribunnews, Rabu (14/1/2026).
Tak hanya mengapresiasi keberanian Aurelie, Ernest juga menilai buku tersebut memiliki dampak yang jauh lebih luas.
Ia meyakini kisah yang dibagikan Aurelie mampu memberi kekuatan sekaligus harapan bagi banyak perempuan yang pernah mengalami peristiwa serupa.
Baca juga: Buku Broken Strings Ramai Dibicarakan, Aurelie Moeremans: Jujur Aku Tak Menyangka
“Your book will save a lot of young girls out there.
GBU @aurelie.
Bukumu akan menyelamatkan banyak gadis muda di luar sana.
Tuhan memberkati, @aurelie,” tandasnya.
Aurelie Moeremans Tak Menyangka Buku Broken Strings Ramai Dibicarakan
Imbas bukunya viral, dukungan pun datang dari berbagai kalangan, termasuk rekan-rekan sesama artis.
Hanya segelintir orang yang menganggap buku itu sebagai sebuah masalah dan mempermasalahkannya.
Baca tanpa iklan