TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Grup K-Pop populer asal Korea Selatan, Bangtan Boys (BTS) akan menggelar konser di Jakarta pada 26 dan 27 Desember 2026.
Setelah pengumuman jadwal, penggemar BTS alias ARMY menunjukkan antusias tak sabar di sosial media.
Namun sayangnya, antusias ini justru dimanfaatkan penipu.
iMe Indonesia selaku promotor menyampaikan imbauan penting kepada ARMY terkait maraknya praktik penipuan yang mencatut nama penyelenggara acara seperti yang beredar di sosial media baru-baru ini.
Pasalnya terdapat unggahan di media sosial yang mengklaim memiliki akses orang dalam untuk memperoleh kesempatan bertemu langsung dengan artis maupun mendapatkan undangan khusus media.
Baca juga: ARMY Bersiap! BTS Akan Gelar Konser Dua Hari di Jakarta Tahun Ini
Dalam pernyataan resminya, iMe Indonesia menegaskan tidak pernah menyediakan atau menjual program pertemuan dengan artis melalui perantara individu ataupun pihak ketiga mana pun.
"Kami ingin mengingatkan seluruh penggemar agar tidak mudah tergoda oleh tawaran pertemuan langsung dengan artis dari seseorang yang mengatasnamakan promotor atau event organiser (EO)," tulis iMe Indonesia dikutip Jumat (16/1/2026).
Pada unggahan tersebut, promotor turut melampirkan tangkapan layar sebuah akun media sosial yang mengaku memiliki hubungan keluarga dengan pihak penyelenggara acara.
Akun itu disebut menawarkan kuota terbatas bagi pihak yang ingin hadir sebagai tamu undangan media.
iMe Indonesia memastikan klaim tersebut merupakan salah satu modus penipuan.
Promotor juga menjelaskan siapa pun dapat dengan mudah mengaku sebagai bagian dari tim internal atau mengklaim memiliki koneksi khusus demi melakukan transaksi yang tidak bisa dipastikan kebenarannya.
"Harap diwaspadai bahwa siapa pun dapat mengaku sebagai bagian dari tim promotor atau memiliki koneksi internal untuk melakukan transaksi yang keaslian dan kebenarannya tidak dapat diverifikasi maupun dijamin," jelas promotor.
Tak hanya soal undangan palsu, iMe Indonesia turut mengingatkan agar ARMY hanya membeli tiket konser melalui mitra resmi yang telah ditunjuk secara legal.
Langkah ini penting untuk menghindari risiko peredaran tiket palsu yang tidak dapat diverifikasi oleh sistem saat hari pelaksanaan konser.
"Kami sangat mengimbau seluruh penggemar untuk tetap waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan iMe Indonesia, serta lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi," tutup pernyataan tersebut.
(Tribunews.com/ M Alivio Mubarak Junior)
Baca tanpa iklan