TRIBUNNEWS.COM - Musisi Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang lebih dikenal sebagai Noe Letto, menegaskan keterlibatannya sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN), bukanlah sebuah langkah politik praktis.
Alih-alih mengejar karier birokrasi, Noe menyebut posisi ini sebagai sebuah "eksperimen intelektual".
Dalam penjelasannya melalui kanal YouTube Sabrang MDP Official, putra budayawan Cak Nun ini mengungkapkan ambisinya untuk merumuskan ulang pola interaksi antara pejabat negara dan masyarakat yang selama ini dianggap masih belum ideal.
Noe melihat jabatannya di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan sebagai ruang laboratorium untuk menguji sebuah framework komunikasi publik.
Baca juga: Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Noe Letto Bantah Berada di Bawah Bahlil dan Gibran
Ia merasa terpanggil untuk terjun langsung karena selama ini jarang ada pihak yang mau melakukan pendekatan saintifik dalam tata kelola interaksi tersebut.
“Ada satu eksperimen dengan pejabat untuk membuat framework bagaimana seharusnya pejabat berinteraksi dengan masyarakat. Karena tidak ada yang mau melakukan, ya wis yo tak mangkat (ya sudah saya berangkat) eksperimen,” ujar Noe, dikutip Jumat (23/1/2026).
Salah satu poin revolusioner yang diusung Noe adalah pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam merumuskan rekomendasi kebijakan.
Baginya, data harus menjadi panglima agar keputusan strategis nasional tidak didominasi oleh bias emosional atau kepentingan kelompok tertentu.
“Yang mengolah data itu AI, sehingga ‘jembatan’ pengambilan keputusan bisa dibersihkan dari emosional,” ucapnya.
Dengan cara ini, ia berharap rekomendasi yang diberikan kepada negara benar-benar objektif dan berbasis realitas lapangan.
Ogah 'Manut' Partai, Pilih Jalur Independen Noe secara terbuka menyatakan alasannya menghindari jalur partai politik untuk masuk ke pemerintahan. Ia menilai kursi Tenaga Ahli (TA) memberikan ruang independensi yang jauh lebih luas dan bebas dari intervensi kepentingan politik elektoral.
“Kenapa posisi TA tepat? Itu jauh lebih enak daripada posisi masuk lewat partai, karena nanti kamu patuh sama partai,” tegas Noe.
Mundur dalam Setahun
Meski baru dilantik oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada 15 Januari 2026 lalu, Noe tidak memiliki beban untuk meninggalkan jabatan tersebut.
Ia menegaskan tidak akan bertahan jika kehadirannya hanya bersifat simbolik atau jika rekomendasi berbasis datanya hanya berakhir di laci meja.
Baca tanpa iklan