TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Band alternative rock Stereowall resmi merilis single terbaru berjudul “Sisa Asa” pada 28 Januari 2026.
Lagu ini menjadi karya reflektif yang mengangkat tema bertahan di tengah kehilangan serta menemukan kekuatan kecil untuk terus melangkah.
“Sisa Asa” tidak berbicara tentang harapan besar, melainkan tentang keteguhan paling sederhana yang membuat seseorang tetap hidup dan melanjutkan perjalanan.
Lagu ini ditulis berdasarkan pengalaman personal Ramadhan Satria (Mamed), yang kemudian dirangkum menjadi kisah universal tentang kehilangan, penerimaan, dan keberanian untuk bertahan.
Baca juga: Stereowall Kembali dengan Album Baru Berjudul Asing Berisi Tujuh Lagu
Melalui lirik yang sederhana namun emosional, “Sisa Asa” memaknai asa sebagai bentuk dukungan paling dasar, seperti kehadiran tanpa banyak kata, pelukan tanpa penjelasan, serta kebersamaan yang tidak menuntut cerita.
"Potongan lirik “Beri aku asa, meski tanpa sisa” dan “Beri aku asa, meski tanpa kata” merepresentasikan kebutuhan akan kekuatan, bahkan ketika harapan dan kata-kata tak lagi mampu menjelaskan perasaan," ucap Ramadhan.
Single ini juga menandai babak baru perjalanan Stereowall dengan bergabungnya Zevana Arga (Zeva) sebagai vokalis baru.
Vokalis asal Surabaya tersebut resmi bergabung pada Desember 2025, menggantikan Cynantia Pratita (Tita) yang mengundurkan diri pada November 2025.
Zeva dikenal memiliki ketertarikan kuat pada musik rock dan metalcore, serta telah terlibat dalam berbagai proyek musik sebelum bergabung dengan Stereowall.
Kehadirannya mendapat sambutan positif dari para penggemar, yang menilai karakter vokalnya yang powerful dan ekspresif mampu memberikan warna baru, khususnya dalam penampilan panggung band.
Melalui “Sisa Asa”, Zeva memperkenalkan identitas vokalnya kepada pendengar Stereowall dengan menghadirkan nuansa emosional yang lebih intens sekaligus energi baru. Kehadiran Zeva juga menandai arah kreatif yang segar bagi perjalanan Stereowall ke depan.
Stereowall merupakan band alternative rock yang terbentuk pada 2012, berawal dari pertemuan Rama dan Mamed.
Formasi awal band ini terdiri dari Cynantia Pratita (vokal), Rama (gitar), Usay (gitar), Ramadhan (bass), dan Garda Nusantara (drum).
Dua tahun setelah terbentuk, Stereowall sempat menghadapi kehilangan besar ketika drummer mereka, Garda Nusantara, meninggal dunia akibat kecelakaan.
Baca tanpa iklan