News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Musik Jadi Cara Angel Pieters Berdamai dengan Kerinduan yang Tak Harus Dimiliki

Penulis: Bayu Indra Permana
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Angel Pieters ceritakan caranya berdamai dengan rasa rindu.

Sebab, Angel kerap dilanda rindu pada seseorang yang sebenarnya tak bisa dimiliki.

Hal itu disampaikan oleh Angel Pieters lewat single terbarunya yang berjudul 'Rindu', sebuah pop balada yang lahir dari proses perenungan, kejujuran emosi, dan keberanian untuk mengakui rasa tanpa menuntut akhir yang bahagia.

Kembalinya Angel ke industri musik bukan sekadar comeback biasa. Lagu ini menjadi penanda fase kedewasaan dalam perjalanan bermusiknya. 

Ia sengaja memilih drama patah hati yang meledak-ledak, Angel justru mengajak pendengar masuk ke wilayah yang lebih hening menerima bahwa tidak semua perasaan harus diselesaikan dengan memiliki.

Baca juga: Umumkan Kelahiran Anak Pertama, Angel Pieters Bagikan Nama sang Buah Hati: The Love of My Life

“Rindu buat aku adalah lagu tentang keberanian untuk mengakui rasa, tanpa harus memaksa hasil akhirnya," kata Angel Pieters di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026).

"Kadang kita tidak butuh jawaban, kita hanya ingin jujur pada perasaan sendiri,” ujar Angel. 

Baginya, rindu bukan selalu tentang ingin kembali, melainkan tentang mengakui bahwa ada bagian hidup yang pernah indah dan layak disimpan dengan lembut.

Lagu 'Rindu' ditulis Angel bersama Clara Riva, proses penulisannya berangkat dari obrolan-obrolan sederhana tentang hubungan yang perlahan berubah karena jarak dan keadaan. 

Bukan perpisahan besar yang dramatis, melainkan momen kecil yang sering tak terucap: kerinduan pada kebiasaan, tawa, dan kehadiran yang dulu terasa begitu dekat.

Angel menyebutnya sebagai bentuk keberanian ganda yakni jujur pada perasaan, sekaligus berani tidak menggenggam terlalu erat.

“Semua elemen ini tidak dibuat untuk memamerkan kerumitan, tapi untuk membangun atmosfer," beber Angel.

"Supaya pendengar seperti diajak duduk sebentar, menatap ke dalam, lalu menghela napas panjang tanpa harus menjelaskan apa-apa,” katanya.

(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini