News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Keluarga Denada

Klarifikasi Irfah Hakim Usai Dihujat Buntut Kisruh Denada

Penulis: M Alivio Mubarak Junior
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • Denada dituding menelantarkan anak
  • Karena video yang beredar, Irfah Hakim dianggap menormalisasi hubungan ibu dan anak yang berujung pada gugatan hukum, hingga berujung hujatan
  • Irfan menyayangkan beredarnya potongan video yang dinilai tidak utuh sehingga menimbulkan kesan dirinya berpihak

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Irfan Hakim klarifikasi setelah banyak hujatan dari warganet baru-baru ini. 

Ia dituding membela Denada dalam polemik dugaan penelantaran anak, bahkan dianggap menormalisasi hubungan ibu dan anak yang berujung pada gugatan hukum.

Menanggapi hal tersebut, Irfan mengaku kebingungan dengan arah tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Baca juga: Denada Senang Tahu Ressa Rizky Rossano Kini Banyak Tawaran Endorse

"Sepanjang jalan gue buka-buka sosmed, banyak banget serangan dan hujatan buat gue. Sejujurnya gue juga bingung, kok mengarahkannya jadi ke sini ya? Gue ceritain, gue tahu lo semuanya kecewa," kata Irfan Hakim, dikutip di Instagram-nya, Minggu (1/2/2026).

TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

"Kesannya gue menormalisasi tentang hubungan ibu-anak, anak-ibu yang tidak jelas, kemudian gue mendukung, men-support tentang hal itu," lanjutnya.

Irfan kemudian meluruskan polemik ini bermula dari wawancaranya dengan Hotman Paris dalam program televisi FYP yang tayang pada 20 Januari 2026. 

Saat itu, pembahasan juga menyinggung kasus Denada, Inara Rusli, serta beberapa persoalan lainnya.

Potongan wawancara tersebut lalu beredar di media sosial dan dibandingkan dengan podcast Denny Sumargo yang menghadirkan Ressa Rizky Rossano. 

Menurut Irfan, muncul kesan seolah-olah podcast tersebut tayang lebih dulu, kemudian dirinya baru meminta pendapat Hotman Paris untuk membela Denada.

"Itu kenapa bisa muncul, karena ada framing antara podcast di Densu dengan tugas gue di acara FYP Trans7," ujar Irfan.

Ia menegaskan wawancara bersama Hotman dilakukan sebelum podcast Denny Sumargo tayang.

"Pasti orang mikirnya, gue bertanya ke Bang Hotman mengenai usia 24 tahun kenapa baru bertanya tentang hak anak kepada ibunya. Dipikirnya itu ditanyakan setelah podcast Densu. Padahal itu terjadi tanggal 20 Januari 2026," jelas Irfan Hakim.

"Saat itu yang diangkat mengenai Inara Rusli, Denada, dan beberapa kasus lainnya. Saat tanggal 20 Januari belum ada pernyataan jelas dari kedua belah pihak. Ada pernyataan dari pihak Ressa, tapi belum sepanjang yang ada di podcast Denny Sumargo," tambahnya.

Irfan juga menjelaskan pertanyaannya kepada Hotman Paris murni untuk meminta pandangan hukum.

"Saya juga bertanya, ‘Kenapa, Bang Hotman?’ Orang-orang juga bertanya, kenapa ke ibunya, tidak ke bapaknya? Bang Hotman pun menjelaskan, jika lahir dari sebuah pernikahan resmi, maka bapak yang bertanggung jawab. Jika diduga lahir dari luar nikah, berarti ibu yang bertanggung jawab," ucap Irfan Hakim.

Ia menyayangkan beredarnya potongan video yang dinilai tidak utuh sehingga menimbulkan kesan dirinya berpihak.

"Kesannya gue berkomentar mengenai pengakuan Ressa, terus gue menyaksikan dan juga gue berada di salah satu pihak. Dengar ya, jika ibu tidak mengurus anaknya, itu salah. Begitu pun jika ada komunikasi yang kurang baik antara ibu dan anak, itu juga salah," tutur Irfan Hakim.

Irfan mengaku telah mendengar penjelasan dari kedua belah pihak, termasuk dari Denada secara langsung. 

Ia menilai masing-masing memiliki hak untuk menyampaikan klarifikasi kepada publik.

"Karena menurut saya, apa yang disampaikan oleh Denada dan apa yang disampaikan oleh Ressa, itu hak mereka untuk bersuara," beber Irfan. 

(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini