News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Komika Pandji Pragiwaksono

Hadapi Sejumlah Laporan, Pandji Pragiwaksono Pilih 'Tabayyun' dan Dialog dengan MUI

Penulis: M Alivio Mubarak Junior
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komika Pandji Pragiwaksono mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026) sore.

Didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono mengaku kedatangannya bertujuan untuk melakukan tabayyun atau klarifikasi serta bersilaturahmi.

Sebagaimana diketahui, adanya terkait sejumlah laporan yang ditujukan kepadanya imbas pertunjukan stand-up comedy bertajuk Mens Rea.

Pantauan di lokasi, keduanya ditemui langsung oleh pimpinan MUI, Prof. K.H. Asrorun Ni’am.

Haris Azhar menjelaskan, kunjungan ini merupakan inisiatif mereka untuk menjelaskan secara langsung konteks dan situasi yang berkembang belakangan ini.

Baca juga: Menilai Respons Wapres Gibran Berkait Mens Rea, Pandji Pragiwaksono: Beliau Paham Kesenian

Baca juga: Pandji Pragiwaksono Soal Kontroversi Mens Rea: Masyarakat Butuh Dihibur

"Tadi kita ketemu dengan Prof. K.H. Asrorun Ni’am. Kita ke sini sebenarnya niatnya tabayyun, silaturahmi, menjelaskan situasi yang berkembang belakangan ini," kata Haris Azhar usai pertemuan.

Menurut Haris, dialog dengan MUI menjadi langkah pertama yang penting sebelum menghadapi proses lainnya.

"Dari semua laporan-laporan yang ada itu, kita memulai dengan MUI. Berharap MUI dengan fasilitas keilmuan dan institusinya, kami yakin akan dengan arif merespons situasi ini," jelasnya lagi.

Haris juga menekankan pihaknya datang dengan niat baik tanpa mengharapkan hasil tertentu.

"Kita tidak minta pesanan hasilnya harus seperti apa, tidak. Kita tadi ikhlas saja datang, kita jelaskan. Pandji menjelaskan Mens Rea itu pertunjukan apa, tujuannya apa, latar belakangnya, prosesnya seperti apa," ungkap Haris.

Sementara itu Pandji Pragiwaksono menyatakan dirinya selalu terbuka untuk ruang dialog, terutama jika karyanya menimbulkan kebingungan di masyarakat.

"Saya di sini, seperti yang tadi Haris katakan, berniat untuk bersilaturahmi, kemudian untuk bertabayyun, mencoba untuk menjelaskan maksud di balik pertunjukan saya," ujar Pandji.

Ia pun menyambut baik kesempatan untuk bisa menjelaskan langsung kepada pihak MUI. 

Menurutnya, sebagai seorang seniman, penting untuk diberi ruang menjelaskan maksud di balik sebuah karya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini