TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hampir setahun Vadel Badjideh menjalani masa hukuman kasus persetubuhan anak di bawah umur hingga hamil dan memaksa korban menggurkan kandungan.
Pihak keluarga rutin membesuk Vadel di tahanan. Saat besuk itulah, Vadel curhat banyak hal. Termasuk kerinduannya bikin konten Dance bersama Bintang, kakaknya.
“Curhatannya ya itu rindu sama dance ya, sama Bintang. Dia rindu latihan, rindu berkarya," kata Martin Badjideh, kakak sulung Vadel, saat dijumpai di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (5/2/2026).
Vadel juga memanfaatkan momen dibesuk kakaknya untuk dance tipis-tipis.
“Masih, masih (gerakan badan). Dia masih enggak lepaslah itu. Kalau kita lagi besuk juga suka kita gerak-gerak sedikit kayak gitu biar enggak kakulah,” timpal Bintang.
Vadel Makin Kekar
Di sisi lain, keluarga juga melihat perubahan fisik Vadel yang kini tampak lebih berisi dibandingkan sebelumnya.
Bintang dan Martin, kakak Vadel, memastikan kondisi adik mereka dalam keadaan sehat.
Baca juga: Kondisi Terkini Vadel Badjideh Pasca-ditahan Kasus Persetubuhan dan Aborsi, Keluarga: Makin Gemuk
“Alhamdulillah Fadel sehat. Alhamdulillah. Ya yang kita lihat yang penting Fadel sehat aja sih,” ujar Bintang.
Selama berada di dalam rutan, Vadel menjalani aktivitas lain seperti olahraga dan beberapa kegiatahan religius lainnya.
“Masih badminton masih. Masih latihan dance juga kalau masih ada waktu senggang," tuturnya.
"Terus juga workout, badannya alhamdulillah makin kekar. Ngaji juga,” kata Bintang.
Menurut keluarga, Vadel juga semakin disiplin menjalankan ibadah selama jalani masa tahanan di Rutan Cipinang.
“Yang tahu sih kita seringnya udah lima waktu aja itu enggak lepas, alhamdulillah,” ucap Bintang.
Sebagai informasi, vonis pertama Vadel Badjiden di PN Jakarta Selatan, pada 1 Oktober 2025, Vadel divonis 9 tahun penjara dan denda Rp1 miliar atas kasus asusila terhadap anak di bawah umur dan aborsi.
Lalu putusan banding di PT DKI Jakarta, setelah mengajukan banding, hukuman Vadel justru diperberat menjadi 12 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada November 2025.
(Tribunnews.com, Bayu Indra Permana)
Baca tanpa iklan