"Itu bagian dari kekerasan sebetulnya. Karena kita juga harus memikirkan bagaimana psikisnya anak-anak," tambah Agustinus.
Lebih lanjut, Inara mengklaim adanya dugaan Virgoun memutuskan akses komunikasi sejak dirinya mengambil sang anak secara paksa.
"Dan baru tadi si Ibu IR ini akhirnya setelah sekian lama mendatangi sekolah anaknya supaya bisa bertemu dengan anaknya," tutur dia.
Agustinus Sirait kemudian menegaskan bahwa pihaknya siap memfasilitasi upaya damai atau mediasi dari kedua pihak.
"Jadi kami menyarankan Ibu IR supaya dilakukan mediasi terhadap Bapak kandungnya. Kami mintakan nanti untuk memanggil ke Komnas Perlindungan Anak supaya bisa mengklarifikasi ini dan kita cari titik temu, ya," tandasnya.
(Tribunnews.com, Rinanda/ Yurika/Salma)
Baca tanpa iklan