News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Taqy Malik Disebut Pernah Diincar Polisi Arab Saudi Imbas Konten Sedekah Makanan

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Influencer Taqy Malik diakabarkan pernah menjadi incaran polisi Arab Saudi imbas konten sedekah makanan pada 2025 lalu.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Influencer Taqy Malik diakabarkan pernah menjadi incaran polisi Arab Saudi imbas konten sedekah makanan pada 2025 lalu.

Baca juga: Taqy Malik Diduga Mark Up Wakaf Al-Quran di Makkah-Madinah, Rekan Bisnis Bongkar Rinciannya

Hal itu diungkap oleh rekan bisnisnya, Randy Permana dimana Taqy Malik dianggap melanggar aturan kerajaan. 

Taqy dituding melakukan donasi secara online tanpa izin resmi otoritas. 

"Itu kasusnya dia jual makanan, sedekah makanan. Dan dia Story-nya dia itu tembus dilihat oleh pihak ada beberapa polisi intel di Madinah lah. Karena dia waktu berbagi itu, berbagi makanannya bdi area Masjid Quba saat itu," kata Randy Permana melalui wawancara daring belum lama ini. 

"Karena makanannya itu enggak sesuai lidah jamaah di sana, akhirnya banyak makanan yang kebuang di sana dan bikin kotor," sambungnya. 

Lebih lanjut, Randy menyebut intelijen di Madinah telah mengantongi bukti-bukti kegiatan tersebut dari konten yang viral di media sosial.

"Dan itu akhirnya dicari siapa nih yang bagi-bagi di sini, ketika dicaritahu ya Taqy itu. Setelah itu dia langsung pindah ke Makkah. Nah ketika dia dicari sampai ke Makkah dan sekarang dia udah enggak pernah nge-pos-nge-pos lagi kan untuk wakaf Al-Qur'an ataupun sedekah makanan," lanjutnya. 

Ambil Untung dari Wakaf Al-Qur'an

Lebih lanjut, belakangan Taqy diduga melakukan mark up untuk wakaf Al-Qur'an yang dijalankan mantan suami Salmafina Sunan tersebut. 

Taqy diduga mengambil keuntungan yang sangat besar dari program wakafnya. 

Instagram/taqy_malik (Instagram/taqy_malik)

"Dia menjual mushaf dengan harga Rp330.000, padahal harga di toko rata-rata 40-50 riyal. Selisih keuntungannya lebih banyak ketimbang harga mushafnya," ujar Randy Permana. 

Randy menyebut mantan menantu Sunan Kalijaga ini bukan sebagai penipu, namun mengambil untung dari kegiatan amal ini. 

"Sebenarnya kalau nipu enggak. Ya dia istilahnya dia membuka harga mushaf Rp330.000 terus dia akhirnya menyalurkan dengan beli mushaf yang murah, maksudnya yang tidak sesuai dengan wakaf. Sedangkan wakaf itu ya nominalnya berapa ya kita wakafkan sesuai nominal," tambahnya. 

Alasan Rekan Kerja Bongkar Kelakuan Taqy Malik di Arabica

Randy mengaku punya alasan sendiri untuk membongkar kelakuan Taqy di Arab Saudi. 

Ia merasa dirugikan baik secara personal maupun lingkup komunitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Saudi. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini