News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mengenal Terapi Gelombang Kejut dan Endourologi untuk Penanganan Batu Ginjal

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • Tidak semua pasien batu ginjal harus dioperasi. Bergantung pada ukuran batu, gejala, dan kondisi pasien
  • Terapi gelombang kejut yang dilakukan tanpa operasi, cocok untuk batu berukuran tidak terlalu besar, fungsi ginjal pasien masih baik, dan tidak ada hambatan saluran
  • Deteksi dini dan konsultasi medis menjadi langkah penting agar batu ginjal dapat ditangani secara tepat sebelum menimbulkan komplikasi serius

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perkembangan teknologi medis membuat penanganan batu ginjal kini jauh lebih ramah bagi pasien. 

Tidak semua batu harus dioperasi dengan sayatan besar seperti dulu.

Menurut Dokter Spesialis Urologi subspesialis Uro-Andrologi Dr. dr. Widi Atmoko, yang berpraktik di Eka Hospital MT Haryono keputusan terapi bergantung pada ukuran batu, gejala, dan kondisi pasien. 

Batu kecil yang tidak menimbulkan masalah kadang cukup dipantau.

"Yang pertama adalah kalau misalnya, jujur sebenarnya kita sebagai klinisi, tidak semua batunya harus diobati (misalnya) batunya hanya 5 milimeter. Tapi (dengan catatan) kalau dibiarkan tidak ada masalah,"ungkapnya pada Grand Launching Summit Robotic & Endourology Institute di Eka Hospital MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (18/2/2026).

Namun, jika batu membesar, menyumbat saluran, atau menimbulkan nyeri hebat dan infeksi, tindakan medis menjadi perlu.

Terapi Non-Invasif dengan Gelombang Kejut

Salah satu metode yang banyak digunakan adalah terapi gelombang kejut atau Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). 

Prosedur ini tidak memerlukan sayatan dan bekerja dengan memecah batu dari luar tubuh.

Baca juga: Batu Ginjal Bisa Sebesar Tangan dan Menyiksa, Cegah dengan Kebiasaan Minum Air Cukup Tiap Hari

"Jadi ini terapi non-invasif, jadi sama sekali tidak ada sayatan, dengan prinsip gelombang kejut. Nanti ada alat, dia nempel di daerah pinggang lalu dari alatnya tersebut nanti akan memberikan gelombang supaya batu itu nanti akan pecah,"paparnya. 

Metode ini cocok untuk batu berukuran tidak terlalu besar, fungsi ginjal masih baik, dan tidak ada hambatan saluran. 

Keunggulannya, pasien umumnya tidak memerlukan bius total dan bisa menjalani prosedur rawat jalan.

Meski begitu, batu berukuran besar mungkin membutuhkan beberapa kali tindakan hingga benar-benar bersih.

Endourologi: Teknologi Tanpa Sayatan

Selain gelombang kejut, ada teknologi endourologi yang memungkinkan dokter masuk melalui saluran kemih menggunakan alat berkamera dan pemecah batu.

Metode ini memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam membersihkan batu, bahkan pada kasus yang lebih kompleks.

"Kalau dibandingkan dengan ESWL, atau dengan operasi lainnya, memang secara angka, bebas batunya lebih tinggi, mencapai angka 90 persen,"imbuhnya. 

Dengan pendekatan ini, prosedur ulang lebih jarang diperlukan dan masa pemulihan cenderung lebih cepat. 

Selain itu, alat fleksibel menjangkau berbagai ruang di ginjal untuk menghancurkan batu secara presisi.

Terapi Disesuaikan dengan Kondisi Pasien

Pemilihan terapi selalu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, termasuk ukuran batu, lokasi, dan faktor pekerjaan. 

Pada profesi tertentu yang berisiko tinggi jika terjadi serangan mendadak, dokter bisa mengambil pendekatan lebih agresif.

Kemajuan teknologi membuat pasien memiliki lebih banyak pilihan terapi yang minim sayatan, risiko komplikasi rendah, dan waktu pemulihan singkat. 

Deteksi dini dan konsultasi medis menjadi langkah penting agar batu ginjal dapat ditangani secara tepat sebelum menimbulkan komplikasi serius.

 

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini