News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Prof Dr KH Amal Fathullah Wafat, Ini Profilnya

Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Amal Fathullah Zarkasyi adalah akademisi dan cendekiawan Muslim dalam bidang 'aqidah dan filsafat Islam dengan spesialisasi ilmu Kalam, perbandingan agama dan teologi Islam. a merupakan rektor Universitas Darussalam Gontor dari 2014 - 2020, dan merupakan pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dari tahun 2020 hingga wafatnya pada tahun 2026.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pondok Modern Darussalam Gontor kehilangan salah satu pendidik terbaiknya. Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi, putra keempat pendiri Gontor KH Imam Zarkasyi, wafat di Rumah Sakit Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (3/1/2026) pukul 12.14 WIB.

“Semoga Allah mengampuni dosanya, menerima amal ibadahnya, dan memberinya husnul khatimah,” tulis Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor sekaligus anggota Badan Wakaf Gontor, Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi.

Prof. Amal merupakan pemimpin Pondok Modern Darussalam Gontor periode kelima.

 

Periode pertama dipimpin Trimurti pendiri, yakni KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi.

Periode kedua dipimpin KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal, dan KH Shoiman Lukmanul Hakim.

Periode ketiga oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal, dan KH Imam Badri. Periode keempat oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan A. Sahal, dan KH Syamsul Hadi Abdan.

Periode kelima hingga kini dipimpin KH Hasan Abdullah Sahal, Prof. KH Amal Fathullah Zarkasyi, dan KH Akrim Mariyat.

Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor periode 2014–2020 itu diketahui mengalami sakit batu ginjal dan patah tulang.

Setelah kedua masalah kesehatan tersebut tertangani, kondisi Prof. Amal justru menurun sehingga memerlukan perawatan lanjutan. Belakangan diketahui adanya penyakit usus buntu.

Kondisi kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya wafat.

Prof. Amal dikenal luas sebagai pejuang pendidikan pesantren. Ia memperjuangkan agar sarjana muda Gontor memperoleh kesetaraan dengan lulusan perguruan tinggi di Mesir, sehingga dapat melanjutkan studi magister di negara tersebut.

Usai memperjuangkan pengakuan Gontor di Mesir, Amal kembali ke Tanah Air.

Bersama ribuan kiai pesantren dan pemerhati pendidikan, ia mendorong pengakuan negara terhadap sistem pendidikan pesantren, baik salaf maupun khalaf.

Perjuangan itu membuahkan hasil dengan disahkannya Undang-Undang Pesantren pada 2018, yang menjadi landasan hukum pengakuan negara terhadap pesantren.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini