News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Bijak Isi Waktu Jelang Berbuka Puasa, Ini Trik Ustaz Agar Ngabuburit Penuh Pahala

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadan, tradisi ngabuburit kembali menjadi kebiasaan yang akrab di tengah masyarakat. 

Aktivitas menunggu adzan Maghrib ini sering diisi dengan berbagai kegiatan agar waktu terasa lebih cepat berlalu. 

Baca juga: Hukum Ngabuburit sambil Main Game dan Scroll TikTok Saat Ramadan, Sah Tapi Bisa Hilang Pahala

Namun, dibalik tradisi tersebut, ada pesan penting yang perlu direnungkan: apakah ngabuburit yang kita lakukan benar-benar bernilai ibadah, atau justru berpotensi mengurangi esensi puasa itu sendiri?

 

Menurut Ustaz Rikza Maulan dalam program Tanya Ustaz Tribunnews.com, ngabuburit pada dasarnya adalah aktivitas menunggu waktu berbuka dengan melakukan kegiatan tertentu. 

Namun, Dewan Penasihat Rumah Zakat ini mengatakan jika dalam praktiknya, tradisi ini bisa dipandang dari dua sisi positif dan negatif.

Dari sisi positif, ngabuburit dapat menjadi momentum ibadah yang penuh pahala. Mengisi waktu dengan tilawah Al-Quran, zikir, memperbanyak doa, atau berbagi takjil kepada sesama adalah bentuk kegiatan yang sangat dianjurkan. 

Bahkan, waktu menjelang berbuka puasa merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa.

"Mengisinya dengan amal saleh bukan hanya membuat waktu terasa cepat, tetapi juga mempertebal kualitas spiritual selama Ramadan," ujar Ustaz Rikza, Sabtu(21/2/2026).

Sebaliknya, ngabuburit juga bisa menjadi aktivitas yang kurang bernilai apabila hanya diisi dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. 

Misalnya berjalan tanpa tujuan jelas sekadar menghabiskan waktu, bermain game berlebihan, atau terlalu lama menggulir media sosial tanpa kontrol. 

Aktivitas seperti ini memang tidak membatalkan puasa, tetapi berpotensi mengurangi nilai dan esensi ibadah itu sendiri.

Lebih jauh, tanpa disadari, konten yang dikonsumsi saat menggulir media sosial bisa saja mengandung unsur yang tidak pantas, seperti membuka aurat, ghibah, atau fitnah. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini