Ringkasan Berita:
- Lagu Pohon yang menjadi single anyar Sandy Canester berawal dari kedekatannya dengan tumbuhan sejak masih kanak-kanak
- Momen terciptanya lagu ini terjadi saat Sandy duduk di halaman belakang rumah tanpa ide lagu, di depannya berdiri pohon mangga yang kemudian menjadi sumber inspirasi
- Dari situ muncul gagasan berbeda: lagu tentang perasaan pohon terhadap manusia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musisi Sandy Canester merilis lagu terbarunya berjudul 'Pohon', sebuah karya yang lahir dari pengalaman personal yang tak biasa.
Ide lagu ini berawal dari kedekatannya dengan tumbuhan sejak kecil, berkat pesan almarhumah sang ibu yang selalu mengingatkan bahwa pohon juga makhluk hidup.
"Jadi ceritanya, almarhumah ibu saya sering bilang, ‘Kalau sama pohon tuh ajak ngobrol aja, dia juga makhluk' gitu kan,” ujar Sandy Canester di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
Momen terciptanya lagu ini terjadi saat Sandy duduk di halaman belakang rumah tanpa ide lagu, di depannya berdiri pohon mangga yang kemudian menjadi sumber inspirasi.
Baca juga: Sandy Canester Sindir Perseteruan Ariel NOAH vs Ahmad Dhani soal Royali Lagu: Kayak Anak Kecil
Ia cerita ketika itu sempat berbicara langsung kepada pohon itu, meminta bantuan untuk menemukan ide.
"Di depan saya, di halaman belakang rumah itu, ada pohon mangga. Tiba-tiba kepikiran aja, saya bilang sama dia, seru juga kali ya bikin lagu tentang pohon," tutur Sandy.
"Akhirnya, saya ngomong langsung sama si pohon, 'Hon (Pohon), gue pengen bikin lagu tentang lu nih. Bantuin gue ya, kasih idea' gitu," bebernya.
Awalnya, Sandy membayangkan lagu cinta dengan pohon sebagai saksi perjalanan hubungan sepasang kekasih.
Namun konsep itu tidak berkembang. Keesokan malam, ia kembali mengobrol dengan pohon yang sama dan meminta agar diberi inspirasi baru.
Tak lama kemudian, muncul gagasan berbeda: lagu tentang perasaan pohon terhadap manusia.
“Rasanya bukan saya yang nulis, tapi pohonnya yang bercerita ke kita,” kata Sandy.
Ia baru mantap merilis lagu itu setelah melihat berbagai peristiwa lingkungan, termasuk kebakaran hutan di Sumatera, yang membuatnya merasa lagu tersebut relevan dengan kondisi saat ini.
“Semoga lagu ini bisa jadi refleksi supaya kita lebih sayang sama pohon,” ucapnya.
Setelah proses produksi rampung, Sandy bertemu Adrian Syarkawie yang kemudian mengarahkannya pada kolaborasi eksklusif dengan platform audio Noice.
Ia merasa lagu ini membutuhkan partner yang bisa menjaga pesan sekaligus distribusinya dengan baik.
Direktur Bisnis Noice, Niken, mengaku langsung tersentuh saat pertama kali mendengar lagu tersebut dan cerita di balik proses pembuatannya.
“Setiap dengar lagu ini saya selalu merinding. Cara Mas Sandy menyampaikan liriknya sangat kuat, dan setelah tahu proses kreatifnya, kami merasa harus mendukung proyek ini,” kata Niken.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
Baca tanpa iklan