Bambang Drias menjelaskan, istilah Hajatan Setan lahir dari pertanyaan tentang makna di balik sebuah tradisi.
“Kami sering melihat hajatan sebagai simbol kebahagiaan dan kemakmuran. Tapi bagaimana kalau di balik itu ada harga yang harus dibayar?," bebernya.
Eko Kristianto menambahkan, pendekatan film ini dibuat sedekat mungkin dengan realitas agar terasa lebih mengusik.
“Kami ingin penonton merasa ini bukan cerita yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Ketika satu desa percaya bahwa pengorbanan adalah bagian dari tradisi, horornya jadi terasa masuk akal, dan justru itu yang menjadi sumber horornya," ungkapnya.
Baca tanpa iklan