News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Isyana Sarasvati Dituduh Pengikut Setan Buntut Visual Mata Satu di Video Musik Terbarunya

Penulis: Bayu Indra Permana
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

INDONESIA MENARI - Isyana Sarasvati bersama penggemarnya sesaat sebelum tampil di panggung memeriahkan Indonesia Menari 2025 di Ciputra World Surabaya (CWS), Minggu (12/10/2025). Sebanyak 1000 penari mengikuti ajang tahunan membawakan koreografi karya Bathara Saverigadi Dewandoro, penari muda jebolan Indonesia Mencari Bakat yang juga peraih medali emas cabang traditional dance sport pada PON 2024. Ajang tahunan Indonesia Menari 2025 resmi digelar serentak di 11 kota besar di seluruh Indonesia. Tahun ini, lebih dari 8.000 peserta ikut ambil bagian dalam perayaan seni tari yang diprakarsai oleh Indonesia Kaya. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi sekaligus musisi Isyana Sarasvati dituding menganut sekte satanis atau pengikut setan oleh sejumlah warganet.

Tudingan tersebut mencuat menyusul perilisan video musik terbarunya bertajuk "Abadhi", yang menampilkan visual simbol mata satu.

Bagi sebagian pengguna platform X (Twitter), visual tersebut dianggap sebagai representasi simbol yang kerap diasosiasikan dengan satanisme.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis (5/3/2026), Isyana menuliskan penggalan lirik yang seolah menjadi refleksi atas situasi yang dihadapinya.

"Sometimes pure light, sometimes cruel tides, I am passing through," tulis Isyana.

Ia menyertakan terjemahannya dalam bahasa Indonesia untuk mempertegas pesan tersebut.

Baca juga: Alyssa Soebandono hingga Isyana Sarasvati Klarifikasi, Bukan Penerima Beasiswa LPDP

"Terkadang cahaya murni/ terkadang gelombang kejam/ aku sedang melewatinya."

Unggahan ini langsung dibanjiri dukungan dari para penggemar yang memahami eksplorasi seni Isyana yang dikenal progresif dan eklektik.

Suami Isyana, Rayhan Maditra Indrayanto, turut memberikan pembelaan melalui akun Threads miliknya.

Rayhan menilai fenomena ini sebagai tantangan berat bagi seorang seniman ketika karya yang lahir dari kejujuran justru disalahartikan oleh publik.

"Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda. Sering kali asumsi datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami," ungkap Rayhan.

Mengingat saat ini sedang memasuki bulan suci Ramadan, Rayhan pun menutup pernyataannya dengan doa. "Semoga Tuhan melindungi kita semua dari segala bentuk fitnah di bulan suci ini," tambahnya.

Sebagai informasi, lagu "Abadhi" merupakan babak final atau Chapter 4 dari rangkaian konsep besar album kelima Isyana yang bertajuk Eklektiko.

Isu satanisme ini bermula dari potongan adegan dalam video musik tersebut yang menggunakan visual mata satu secara repetitif.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini