News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Komika Pandji Pragiwaksono

Pandji Pragiwaksono Tenang Hadapi Kasus Adat Toraja, Percaya Semua Akan Temukan Titik Terang

Penulis: Fauzi Nur Alamsyah
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah 

 

Ringkasan Berita:

  • Pandji Pragiwaksono bicara soal perkembangan kasus yang menjeratnya terkait persoalan adat Toraja.
  • Ia mengaku tetap tenang menghadapi proses hukum yang berjalan di Bareskrim Polri. 
  • Pandji percaya kasus tersebut pada akhirnya akan menemukan titik terang.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komika Pandji Pragiwaksono, angkat bicara soal perkembangan kasus yang menjeratnya terkait persoalan adat Toraja.

Pandji Pragiwaksono mengaku tetap tenang menghadapi proses hukum yang berjalan di Bareskrim Polri. 

Baca juga: Jalani Pemeriksaan, Pandji Pragiwaksono Singgung Restorative Justice Terkait Kasus Adat Toraja

Ia percaya kasus tersebut pada akhirnya akan menemukan titik terang.

“Saya sih sama saja dalam arti saya percaya bahwa semua ini akan ketemu titik terangnya. Saya lewati prosesnya saja. Saya percaya dengan proses yang berjalan,” kata Pandji Pragiwaksono, Senin (9/3/2026).

Pandji juga mengaku bersyukur karena mendapat kesempatan bertemu langsung dengan masyarakat adat di Tana Toraja.

Menurutnya, pengalaman mengikuti sidang adat di sana menjadi salah satu pengalaman yang sangat berkesan dalam hidupnya.

Baca juga: Pandji Pragiwaksono Tiba di Bareskrim Polri, Siap Jelaskan Hasil Sidang Adat Kasus Suku Toraja

“Saya bersyukur bahwa dibukakan jalan untuk bertemu dengan masyarakat adat. Menurut saya pengalaman saya di Toraja adalah salah satu pengalaman yang sangat berkesan, melewati proses sidang yang adil dan demokratis dan senang bisa terlibat dari sebuah tradisi yang sudah berjalan selama ribuan tahun,” ujarnya.

Dalam sidang adat tersebut, Pandji mengungkapkan bahwa kedua belah pihak sama-sama menyampaikan permintaan maaf.

Ia menyebut peristiwa tersebut memberikan banyak pelajaran bagi semua pihak, termasuk dirinya sebagai komika.

Kemudian ia menjalani sanksi adat di Tana Toraja pada 10 Februari 2026, berupa denda satu ekor babi dan lima ekor ayam, setelah candaannya soal adat Rambu Solo (pemakaman) dianggap melecehkan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini