TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Dokter Richard Lee (DRL) dikabarkan sempat syok dan sulit menerima kenyataan saat pertama kali dijebloskan ke sel Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
Tersangka kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen ini telah mendekam di balik jeruji besi selama tiga malam, terhitung sejak penahanan Jumat (6/3/2026) malam lalu.
Petugas rutan mengungkapkan, bos produk kecantikan tersebut kini mulai bersikap pasrah dan beradaptasi dengan lingkungan.
Hal ini terjadi usai Richard Lee mendapatkan kunjungan serta dukungan moral dari sang istri, Reni Effendi.
Kondisi di Dalam Sel: Tidur Beralas Matras
Tak ada perlakuan istimewa bagi sang dokter di dalam rutan.
Richard Lee ditempatkan di sebuah sel kecil berukuran sekitar 10 meter persegi bersama delapan tahanan lainnya.
Selama penahanan, ia hanya tidur beralaskan matras tipis dengan fasilitas standar berupa kipas angin dan sanitasi seadanya.
"Awal-awal memang tidak menerima ditempatkan di sel, tapi sekarang sudah makin menerima keadaan," ujar sumber petugas piket rutan kepada Tribunnews.com, Senin (9/3/2026).
Pihak kepolisian memastikan hak-hak Richard tetap terpenuhi, termasuk menjalankan ibadah sahur dan buka puasa selama bulan Ramadan.
Baca juga: Gitaris Zhendy dan Istri Curhat Trauma Kena Bully di Medsos Selama Kasus dengan Nabilah O’Brien
Istri Jadi Kekuatan
Di tengah guncangan psikis tersebut, kehadiran Reni Effendi menjadi oase bagi Richard.
Sang istri dikabarkan rutin membesuk untuk memberikan ketabahan.
Melalui unggahan di Instagram @renieffendi24, Reni membagikan pesan haru suaminya:
"Saya tidak tahu saya laki-laki baik atau buruk, tapi saya tahu istri saya orang baik."
Unggahan tersebut viral dan menuai simpati warganet di tengah proses hukum yang berjalan.
Duduk Perkara dan Temuan Produk Bermasalah
Langkah penahanan ini merupakan babak baru dari laporan dr. Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif) ke Polda Metro Jaya pada 2 Desember 2024 lalu.
Baca tanpa iklan