News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kabar Artis

Ben Kasyafani Bantah Marshanda Jadi Penyebab Perubahan Penampilan Putrinya: Zaman Sudah Berubah

Penulis: Rinanda DwiYuliawati
Editor: Ayu Miftakhul Husna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Perubahan penampilan putri Marshanda dan Ben Kasyafani, Sienna Ameerah Kasyafani, menjadi sorotan publik.

Hal ini bermula saat Sienna tampil tanpa hijab dengan rambut pendek berwarna merah menyala yang diunggah di media sosial dan langsung ramai diperbincangkan warganet.

Sebelumnya, Sienna diketahui mulai mengenakan hijab sejak usia sekitar 10 tahun saat tinggal bersama sang ayah.

Keputusan itu awalnya diambil untuk menutupi rambut yang sempat diwarnai karena aturan sekolah.

Namun, seiring waktu, ia merasa nyaman dan konsisten mengenakannya dalam keseharian.

Perubahan yang kini ditunjukkan Sienna pun mengejutkan sebagian warganet, terlebih setelah ia diketahui lebih banyak menghabiskan waktu bersama Marshanda.

Tak sedikit komentar bernada kritik hingga hujatan membanjiri media sosial, bahkan sebagian pihak turut menyeret peran Marshanda dalam keputusan tersebut.

Menanggapi hal itu, mantan suami Marshanda, Ben Kasyafani akhirnya buka suara.

Ia menekankan bahwa sebagai orang tua, dirinya dan Marshanda masih terus belajar dalam mendampingi anak di tengah dinamika yang ada.

"Yang namanya orang tua, kita sebagai orang tua yang belajar untuk menjadi orang tua yang lebih saleh lagi, yang lebih salehah lagi kan juga harapannya pasti sesuai dengan yang dicari.

Tapi namanya anak, kan kita juga harus, apa ya namanya ya, bernegosiasilah," ujar Ben, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben Entertainment, Senin (6/4/2026). 

Baca juga: Sienna Ubah Penampilan usai Tinggal Bareng Marshanda, Ben Kasyafani: Dia Cerita Semuanya

Saat disinggung soal anggapan bahwa Marshanda mengizinkan putrinya melepas hijab, Ben memberikan pembelaan.  

Ia menilai pendekatan yang dilakukan bukan sekadar memberi izin, melainkan melalui proses komunikasi yang panjang.

"Bukan mengizinkan kali ya, apa istilahnya. Kalau mengizinkan kan namanya sebagai muslim, mungkin yang belajar lebih dalam lagi kita tahulah.

Kita enggak perlu share karena banyak yang lebih, tapi lebih menerima, membolehkan juga enggak tepat. Kita berdiskusi terus, terus kita berdiskusi, mendengarkan, bercerita, tapi sambil menyampaikan juga value-value yang orang tua punya," jelasnya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini