TRIBUNNEWS.COM - Herawati, asisten rumah tangga (ART) yang mengaku menjadi korban penganiayaan mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin akhirnya buka suara.
Setelah melaporkan dugaan penganiayaan yang diterimanya dari Erin di Polres Metro Jakarta Selatan, Hera mengungkapkan fakta baru.
Diungkapkan Hera, bukan hanya dirinya yang menerima perlakuan kasar dari Erin, melainkan ada dua ART lain bernasib serupa.
Namun, kedua ART sebelumnya memilih tak melapor lantaran hanya sebatas dihardik dengan kata-kata kasar.
"Sama dimaki-maki, cuma mereka belum dikasarin," tutur Hera, dikutip dari YouTube Cumicumi, Senin (4/5/2026).
Tak hanya diperlakukan dengan kata-kata kasar, handphone kedua ART sebelumnya juga dirampas.
"HP kayaknya dirampas ya. Tadi bilang sama saya belum (dituker), ini pakai handphone ibu yayasan," tandasnya.
Hera menyebut, selama ini hanya dirinya yang mampu bekerja paling lama di rumah Erin.
"Enggak ada yang lama. Itu aku tuh di situ paling lama, 28 hari," bebernya.
Erin dilaporkan oleh Hera, yang mengaku menerima sederet perlakuan kasar ibu tiga anak tersebut.
Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/1680/IV/2026/SPKT/Polres Metro Jakarta Selatan tertanggal 29 April 2026.
"Bahwa benar telah datang ke SPKT Polres Metro Jakarta Selatan seorang perempuan berinisial H, yang menurut pengakuannya mengalami kekerasan fisik," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi , Rabu (29/4/2026).
Dalam laporannya, korban mengaku dugaan penganiayaan yang dialaminya terjadi pada Selasa (28/4/2026) di Jalan Bunga Mayang 8, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Kronologi Penganiayaan oleh Erin
Sebelumnya, Hera menceritakan kronologi dirinya dianiaya oleh wanita yang akrab disapa Erin itu.
Baca tanpa iklan