News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Medsos Ahmad Dhani

Hari Ini Ahmad Dhani Laporkan Residivis yang Diduga Lakukan Peretasan Akun Instagramnya

Penulis: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ia menduga ada pihak dengan otoritas tertentu yang memiliki akses untuk melakukan penonaktifan akun tersebut.

"Begitu dilihat, ini ada orang penting yang bisa sampai ke akses atas untuk bisa men-take down Instagram saya," ungkap Dhani.

AHMAD DHANI TERSINGGUNG - Ahmad Dhani ungkap dirinya dan keluarga besar tersinggung dengan sikap Maia Estianty sehingga tak mau lagi bertemu dalam acara apapun. Ahmad Dhani di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). (Tribunnews.com/kolase/Tribunnews.com/bayu/instagram)

Sebelum dua kejadian tersebut, Ahmad Dhani juga sempat mengunggah konten terkait kehidupan pribadinya di masa lalu.

Ia pun mengunggah permasalahannya dengan Maia Estianty dibalik perceraiannya tersebut.

Dari kekesalannya terhadap Maia karena diduga menjadi penyebab menangisnya Safeea Ahmad di pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju.

Serta tudingan perselingkuhan Maia Estianty yang dijelaskan Ahmad Dhani hingga bantahan dirnya melakukan KDRT.

Ahmad Dhani Bongkar Identitas Terduga Pelaku, Residivis Sindikat Penipuan 

Ahmad Dhani lalu berani melaporkan setelah mengaku mengantongi identitas terduga pelaku peretasan akun Instagram pribadinya, @ahmaddhaniofficial.

Menurut mantan suami Maia Estianty ini, dari hasil pelacakan tim IT yang dikerahkan, pelaku diketahui merupakan seorang residivis yang berdomisili di luar Pulau Jawa.

"Sudah tahu pelakunya orang Sulawesi dan residivis penipuan. Itu saya tahu setelah berkoordinasi dengan tim IT dan pihak-pihak terkait," tegas Ahmad Dhani, ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).

Ahmad Dhani, meluapkan kemarahannya setelah akun Instagram pribadinya, @ahmaddhaniofficial, diretas oleh pihak tak bertanggung jawab.

Saking geramnya, pria berusia 53 tahun ini menyebut si peretas bukan sekadar pelaku iseng, melainkan "pembunuh bayaran" yang ditargetkan untuk menghancurkan eksistensi digitalnya.


"Saya menduga pelaku ini adalah pembunuh bayaran. Dia dibayar untuk membunuh akun saya," tegas Dhani, saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).  

Kecurigaan ini muncul karena peretasan terjadi tepat setelah ia mengunggah konten yang membahas masa lalunya.

"Setelah dicari tahu, dia residivis di kasus yang sama. Katanya memang sudah sindikat dan sudah melakukan aksinya berkali-kali," ungkap Dhani.

Dhani mengambil langkah tegas. Didampingi kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian, Dhani dijadwalkan menyambangi Bareskrim Polri pada Kamis (7/5/2026) untuk membuat laporan resmi.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini