Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Stevan Pasaribu kembali menghadirkan karya terbaru berjudul Lama Tak Bermalam Minggu.
Lama Tak Bermalam Minggu bercerita soal kesibukkan pekerjaan yang membuat seseorang tetap menyimpan perasaan kesepian.
"Lagu tersebut menjadi potret kehidupan banyak orang dewasa masa kini yang tenggelam dalam rutinitas pekerjaan, namun diam-diam menyimpan rasa sepi," ujar Stevan Pasaribu kepada awak media, Jumat (8/5/2026).
Dalam lagu ini, Stevan menceritakan sosok yang menjalani hari-hari dengan rutinitas monoton, berangkat pagi dan pulang larut malam, lalu kembali ke rumah tanpa ada sosok yang menanti.
Meski begitu, terselip harapan sederhana untuk memiliki seseorang yang dapat menyambut kepulangannya dan membuat hidup terasa lebih hangat.
Baca juga: Kunci Gitar Beri Aku Kesempatan - Stevan Pasaribu: Aku Tahu Kamu Tak Mudah Diyakinkan
“Lama Tak Bermalam Minggu” juga menghadirkan nuansa musik yang berbeda.
Dalam proses produksinya, Stevan bekerja sama dengan Kennel Music yang berbasis di Stockholm, Swedia.
Kolaborasi tersebut menghadirkan warna musik fresh dengan sentuhan lirik berbahasa Inggris yang semakin memperkuat emosi dalam lagu.
Tak hanya lewat lirik, cerita kesepian juga divisualisasikan dalam music video lagu tersebut.
Video musiknya menggambarkan keseharian seorang pria yang terjebak dalam rutinitas tanpa jeda hingga akhirnya bertemu seorang wanita yang perlahan mengubah suasana hidupnya.
Dari pertemuan sederhana itu, muncul harapan baru yang menghadirkan kehangatan di tengah kesunyian sekaligus membangkitkan kembali keinginan untuk dicintai.
Melalui lagu ini, Stevan Pasaribu ingin menyampaikan pesan bahwa seseorang tidak benar-benar sendiri dalam kesendiriannya.
“Lama Tak Bermalam Minggu” resmi dirilis di seluruh platform musik digital sejak 6 Mei 2026.
Baca tanpa iklan