TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mewakili Indonesia di ajang Miss World 2026, Miss Indonesia 2025, Audrey Bianca menjalani berbagai perawatan intensif sebagai persiapan.
Ajang Miss World 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Audrey mengaku memulai menjalani perawatan sejak Juli tahun lalu.
Demi tampil maksimal di kompetisi kecantikan internasional tersebut, ia rutin melakukan sejumlah treatment seperti HIFU, Cold Plasma, Meso, Radio Frequency, hingga Hydrafacial.
"Aku sudah hampir 10 sampai 11 bulan ya. Lumayan rajin saya setiap minggu ke VIP Skin Center," kata ujar Audrey Bianca di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: Profil Audrey Bianca Callista Pemenang Miss Indonesia 2025, Jadi Modeling Sejak Usia 15 Tahun
"Aku melakukan HIFU, Cold Plasma, Meso untuk wajah dan badan, RF untuk mengetatkan badan juga, Hydrafacial yang selalu aku lakukan setiap datang ke sini," lanjutnya.
Tak sekadar menjalani perawatan, Audrey juga lebih dulu berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan perawatan yang sesuai agar tetap tampil optimal sebagai representasi wanita Indonesia di ajang Miss World 2026.
Ia pun menjelaskan berbagai keluhan kulit hingga kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang penampilannya.
"Aku konsultasi dengan dokternya, aku bisa langsung bilang goal wajah kita seperti apa. Jadi enggak banyak worry dan stres," ujar Audrey.
Selama ini, Audrey fokus memperbaiki tekstur kulit wajah dan menyamarkan bekas jerawat agar riasan yang digunakan saat tampil di atas panggung terlihat lebih flawless.
"Biasanya aku request perbaikan tekstur wajah dan bekas jerawat. Jadi enggak perlu banyak effort untuk menutupnya," ungkap Audrey.
Selain itu, Audrey juga menjalani treatment pengencangan wajah dan tubuh demi menunjang penampilannya saat kompetisi nanti.
Sebagai wakil Indonesia, Audrey ingin memberikan penampilan terbaik untuk bersaing dengan perwakilan dari ratusan negara lain di Miss World 2026.
"Biar nanti saat di panggung Miss World udah firm, udah sempurna. Karena ada 110 negara yang ikut, there are no limitations," jelas Audrey.
Baca tanpa iklan