TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aurel eks JKT48 menjaga ekskstensinya di dunia seni dengan terlibat di panggung teater, usai lulus dari idol grup.
Aurel terlibat dalam pagelaran musikal bertajuk 'Mar' produksi ArtSwara, ia berperan sebagai Neneng, anak pemilik warung kopi.
Baca juga: Foto Freya JKT48 Dimanipulasi Pakai AI dan Dijadikan Konten, Begini Kronologinya hingga Lapor Polisi
Mantan member JKT48 ini mengakui cukup kesulitan terlibat dalam pementasan 'Mar' , karena latar ceritanya kembali ke tahun 1946.
"Menjadi karakter yang ada di tahun 1946 itu lumayan membuat saya harus melakukan riset, sebenarnya apa saja sih yang terjadi di tahun itu? Ada kesulitan, tapi akhirnya bisa dilalui," kata Aurel eks JKT48 ketika ditemui di Ciputra Artpreneur Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2026).
Aurel tak menampik perasaannya campur aduk jelang pementasan yang digelar di Ciputra Artpreneur pada 15-17 Mei 2026. Sebab, ia selalu merasakan hal yang sama setiap pentas.
"Sebagai entertainer aku setiap mau naik panggung selalu gugup. Dan ini aku merasakan itu, karena gak mudah jadi Neneng," ucapnya.
"Karena aku harus bisa dialog, menyanyi, dan menari. Untung aku pernah menyanyi dan menari saat masih di JKT48," sambungnya.
"Ya tadi sempat nangis juga selesai gladiresik. Mengingat perjuanganku disini selama dua bulan latihan itu gak mudah," lanjutnya.
Wanita berusia 26 tahun itu mengakui kalau selama dua tahun terakhir, ia fokus di panggung teater hingga akhirnya terlibat dalam produksi ArtSwara.
Baginya, panggung teater memiliki kedisiplinan tinggi sesuai dalam pendidikan yang Ni Made Ayu Vania Aurellia terima, saat bergabung dengan JKT48.
"Di JKT48, saya dituntut profesional, datang tepat waktu, dan harus bisa berlatih dengan cepat. Itu semua kepakai banget di sini. Jadi, meski ada tantangan, saya tidak merasa ini sebagai sesuatu yang terlalu berat," jelasnya.
"Ya aku berusaha di Mar ini tuh menikmati setiap tantangan dan prosesnya," tambahnya.
Adegan Emosional
Wanita kelahiran Jakarta itu tak menampik, ada satu adegan yang sangat emosional. Butuh tenaga dan pikiran yang keras agar ia bisa membangun rasa kesedihan dalam adegan itu.
Baca tanpa iklan