News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Fatih Unru Ingin Hidupkan Lagi Sekolah Akting Almarhum Sang Ayah Yayu Unru

Penulis: Bayu Indra Permana
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RAGU AKTING - Aktor Fatih Unru sempat ragu dengan pilihannya berkarir di dunia akting setelah sang ayah, Yayu Unru meninggal dunia. Fatih Unru usai jadi bintang tamu di Tribun Si Paling Seleb, Jumat (24/4/2026).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah kesibukannya sebagai aktor, Fatih Unru ternyata menyimpan mimpi besar yang berkaitan dengan warisan sang ayah, almarhum Yayu Unru. 

Ia ingin suatu saat menghidupkan kembali sekolah akting yang pernah dibangun ayahnya.

Fatih mengatakan Yayu Unru dulu sempat memiliki sekolah akting di kawasan Cempaka Putih. 

Namun sekolah itu kini sudah tidak berjalan lagi karena persoalan kontrak tempat, terutama setelah Yayu Unru meninggal dunia.

"Dulu ada di Cempaka Putih, sekarang sudah nggak ada," ucap Fatih Unru saat jadi bintang tamu Tribun Si Paling Seleb, belum lama ini.

Baca juga: Fatih Unru Sempat Ragu dengan Karir Akting Saat Sang Ayah Meninggal Dunia

"Karena dulu (tempatnya) kontrak," kata Fatih.

Meski belum memiliki rencana konkret dalam waktu dekat, Fatih mengaku keinginan itu terus ada di kepalanya. 

Bahkan saat ini ia mulai terlibat mengajar akting meski masih dilakukan sesekali, di sela-sela proses syuting.

Keinginan tersebut juga muncul seiring keyakinannya bahwa dunia seni peran akan selalu menjadi bagian dari hidupnya.

"Apakah gue akan terus menjadi aktor seumur hidup? Pastinya iya," ucapnya.

"Apakah akan cari duit di sini doang? Kayaknya nggak," ujar Fatih.

Fatih juga memiliki cita-cita membuat kelas akting gratis agar lebih banyak orang bisa belajar tanpa terbentur biaya.

"Gue pengin banget buka kelas gratis. Gue pengin bikin sekolah akting gratis," katanya.

Menariknya, Fatih tidak pernah menganggap keinginannya itu sebagai sebuah pengorbanan. Ia punya cara pandang berbeda tentang hidup dan pilihan yang dijalani.

"Gue tidak mau melabeli suatu hal jadi pengorbanan karena rasanya pahit dan berat," beber Fatih.

"Gue melihatnya sebagai transaksi. Hidup itu kayak jual-beli saja. Lo kasih sesuatu, lo dapat sesuatu," ucapnya.

(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini