Menurut dr. Budi, vaksin membantu tubuh mengenali virus atau bakteri tertentu sehingga saat terpapar, sistem imun bisa merespons lebih cepat dan efektif.
Ia mencontohkan vaksin influenza yang melatih tubuh mengenali dan menghancurkan virus influenza sebelum menyebabkan sakit berat.
IDAI menilai banyak masyarakat masih menganggap El Nino hanya identik dengan udara panas. Padahal dampaknya jauh lebih luas terhadap kesehatan anak.
Musim kemarau panjang dapat memicu kekeringan, gangguan kualitas udara, hingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit infeksi.
Dalam kondisi seperti ini, anak menjadi kelompok paling rentan karena sistem imunnya belum sekuat orang dewasa.
Karena itu, perlindungan kesehatan anak tidak cukup hanya mengandalkan satu cara.
Selain suplemen dan imunisasi, anak juga perlu asupan gizi yang baik agar daya tahan tubuh tetap optimal.
Dr Budi menegaskan sistem imun yang baik dibentuk dari kombinasi banyak faktor yang saling mendukung.
Mulai dari nutrisi, hidrasi, kebersihan lingkungan, imunisasi hingga pola hidup sehat sehari-hari.
“Itu adalah logistik tentara kita untuk bisa berperang dengan baik, melawan berbagai kuman yang masuk ke tubuh kita jadi penting untuk dilakukan pemberian suplemen vitamin dan mineral tadi, tapi juga tidak cukup itu, itu perlu tentara yang kuat juga perlu gisi yang baik,” katanya.
Perubahan cuaca ekstrem selama El Nino disebut dapat meningkatkan berbagai penyakit pada anak, mulai dari ISPA, diare hingga infeksi lainnya.
Karena itu orangtua diminta tidak hanya fokus membeli vitamin, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar anak sehari-hari.
Kecukupan makan, minum, istirahat dan imunisasi dinilai jauh lebih penting untuk membangun daya tahan tubuh jangka panjang.
IDAI juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada klaim suplemen yang dianggap bisa sepenuhnya mencegah anak sakit.
Menurut dokter, suplemen hanya salah satu bagian kecil dari perlindungan kesehatan anak.
Tanpa pola hidup sehat dan perlindungan menyeluruh, anak tetap bisa jatuh sakit meski rutin mengonsumsi vitamin setiap hari.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
Baca tanpa iklan