Di balik kisah para tokohnya yang dipenuhi kegetiran, film ini juga menawarkan humor yang membuat emosi penonton naik turun sepanjang cerita.
Sementara itu, Golden Boy (2025) karya Chan Wai-koon menyuguhkan drama tentang kesempatan kedua dalam hidup. Cerita berpusat pada Cheung Lek, seorang petinju muda berbakat yang dikenal sebagai “Golden Boy”.
Kariernya hancur setelah sebuah tragedi membuatnya kehilangan kebebasan. Satu dekade kemudian, usai keluar dari penjara, hidupnya berubah ketika ia bertemu Fong Yuen, putra yang bahkan belum pernah dikenalnya.
Demi memperoleh warisan yang ditinggalkan ibu sang anak, Cheung harus belajar menjadi seorang ayah.
Dalam proses itu, ia berusaha menebus masa lalunya dengan kembali ke ring tinju demi menginspirasi putranya sekaligus menemukan makna hidup yang sempat hilang.
Balinale 2026 juga menghadirkan kisah generasi muda melalui Gamer Girls (2025) besutan Sophie Yang dan Veronica Bassetto.
Film ini mengikuti perjuangan sekelompok perempuan yang berusaha membangun kembali tim e-sport khusus perempuan di tengah stereotipe yang mereka hadapi.
Tantangan menjadi semakin besar saat mereka harus berhadapan dengan otoritas game demi mengembalikan kepemilikan akun para pemain Hong Kong hanya beberapa minggu sebelum seleksi penting berlangsung.
Selain kisah tentang mengejar mimpi, film ini juga menawarkan pengalaman visual yang mencolok lewat efek visual penuh warna yang menggambarkan dunia e-sport dengan cara yang ambisius dan mengesankan.
Ada pula Ciao UFO (2019) karya Patrick Leung Pak-Kin yang mengangkat misteri unik dari masa lalu. Film ini berangkat dari peristiwa aneh yang terjadi di kawasan perumahan Wah Fu, Aberdeen, pada era 1980-an.
Suatu malam, warga menyaksikan UFO raksasa melayang di atas mereka selama lima menit. Peristiwa tersebut tak pernah mendapatkan penjelasan, namun menjadi titik balik bagi kehidupan tiga anak muda di kompleks tersebut.
Misteri yang tak terpecahkan itu kemudian berkembang menjadi cerita yang membentuk perjalanan hidup para tokohnya.
Sementara Back to the Past (2025) arahan Ng Yuen-Fai dan Jack Lai Jan-Lung menawarkan perpaduan drama sejarah dan fantasi perjalanan waktu.
Dibintangi Louis Koo dan Raymond Lam Fung, film ini mengisahkan Hong Siu-lung, penjelajah waktu yang hidup menyembunyikan diri bersama keluarganya selama dua puluh tahun di era Dinasti Qin.
Kehidupannya berubah ketika Kaisar Qin, mantan muridnya yang telah menaklukkan enam negara perang, diserang oleh kelompok misterius dengan teknologi yang berasal dari masa depan.
Pertemuan kembali keduanya memaksa mereka menghadapi konflik lama yang selama ini terkubur.
Selain menghadirkan rangkaian film, Balinale 2026 juga akan diramaikan kehadiran aktor Jeffrey Ngai dari Road to Vendetta yang dijadwalkan berbicara dalam seminar Bali Film Forum pada Rabu 3 Juni 2026.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
Baca tanpa iklan