Ringkasan Berita:
- Video anak Sarwendah yang terlihat memijat Giorgio Antonio menggunakan kaki memicu perdebatan di media sosial.
- Komnas Anak menyatakan akan menelaah tayangan tersebut dan tak menutup kemungkinan mengambil langkah jika ditemukan hal di luar kewajaran.
- Aspek body safety, etika, dan perlindungan anak menjadi sorotan utama dalam menanggapi polemik tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah terus berkembang dan kini menjadi sorotan publik.
Perselisihan yang awalnya berfokus pada akses pertemuan Ruben dengan anak-anaknya setelah perceraian, kini melebar ke berbagai isu lain, mulai dari pembagian aset hingga kedekatan anak-anak mereka dengan kekasih Sarwendah, Giorgio Antonio.
Belakangan, media sosial diramaikan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan salah satu anak Sarwendah sedang memijat Giorgio Antonio menggunakan kaki.
Cuplikan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu beragam tanggapan dari warganet.
Tidak sedikit netizen yang menyoroti ekspresi sang anak dalam video tersebut.
Beberapa menilai raut wajah anak terlihat lelah dan kurang nyaman saat melakukan aktivitas itu.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan perdebatan di media sosial mengenai batasan interaksi antara anak dan pasangan baru orang tua.
Ramainya perbincangan publik rupanya turut menarik perhatian Ketua Umum Komnas Anak, Agustinus Sirait.
Menurutnya, perlu dilihat terlebih dahulu secara utuh konteks dari tayangan yang beredar sebelum mengambil kesimpulan terkait dugaan pelanggaran terhadap hak-hak anak.
Agustinus mengatakan pihaknya akan mencermati video yang menjadi perbincangan tersebut.
Ia menegaskan, apabila ditemukan adanya tindakan yang dianggap melampaui batas kewajaran dalam memperlakukan anak, maka langkah lebih lanjut bisa saja diambil.
Baca juga: Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Disorot Komnas Anak, Minta Turunkan Ego untuk Kepentingan Anak
"Nanti kita lihat tontonannya ya. Kalau itu sudah di luar dari batas kewajaran, tentu itu akan kita laporkan juga ya," ujar Agustinus Sirait, dikutip Tribunnews dalam YouTube Cumicumi, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa dalam lingkungan keluarga, anak perlu mendapatkan pemahaman mengenai batasan-batasan tubuh yang tidak boleh disentuh sembarangan, termasuk oleh orang terdekat sekalipun.
"Yang tidak pantas kan, misalnya dalam keluarga itu, kita harusnya mengajarkan kepada anak mana yang boleh disentuh, mana yang tidak boleh disentuh. Bahkan dengan orang tua kandung pun," jelasnya.
Baca tanpa iklan