Andy Murray yang menjuarai Amerika Serikat Terbuka di New York hari Minggu (09/09) sempat ragu apakah dirinya bisa menjuarai turnamen Grand Slam.
"Ketika saya muda, saya selalu berkeyakinan bahwa suatu saat nanti saya akan juara di turnamen besar," kata Murray.
"Namun seiring dengan perjalanan usia, saya mulai ragu. Di Australia Terbuka dan Wimbledon tahun ini, saya merasa nyaris juara, tapi pada akhirnya kalah di babak final," tambah Murray.
Petenis Inggris ini masuk final turnamen Grand Slam AS Terbuka 2008, Australia Terbuka 2010 dan 2011, dan Wimbledon 2012, dikalahkan Novak Djokovic dan Roger Federer.
"Perasaan bahwa saya tidak akan pernah menjuarai Grand Slam mulai masuk ke diri saya. Sebelum pertandingan final di AS Terbuka hari Minggu saya juga ragu," katanya.
Nomor satu dunia
"Saya berpikir bahwa pertandingan akan berlangsung berat dan bertanya-tanya apakah saya bisa menang. Saya senang ternyata saya juara pada akhirnya," ungkap Murray.
Babak final AS Terbuka hari Minggu berlangsung hampir selama lima jam.
Murray, yang meraih medali emas di Olimpiade London, menang di dua set petama dengan 7-6 (12-10) dan 7-5 namun lawan yang ia hadapi di babak final, Djokovic, menang relatif mudah di dua set berikutnya dengan 2-6 dan 3-6.
Di set penentuan, Murray berhasil meredam Djokovic dengan skor telak, 6-2.
Kemenangan ini juga menjadikan Murray sebagai petenis Inggris pertama yang menjuarai turnamen Grand Slam sejak 1936.
Baca tanpa iklan