TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, ingin mengembangkan sport science di Indonesia. Menurut Roy, kendala saat ini adalah sumber daya manusia.
Roy Suryo mengaku baru pulang dari Spanyol. Selama di sana Roy menindaklanjuti nota kesepahaman dengan pemerintah Spanyol soal sports science. Menurut Roy, nota kesepahaman ini sudah ada sejak dua duta besar sebelumnya, namun realisasinya masih minim.
“Terbukti pada usia 10 tahunan, Carolina, dididik sekitar 12 tahun sekarang menjadi juara bulutangkis Eropa. Dengan menggunakan teknologi, mereka meraih kesuksesan,” jelas Roy kepada Tribunnews.com, Senin (28/7/2014) mengenai pentingnya sports science.
Roy Suryo mengatakan implementasi sports science di Indonesia masih minim. Dia memberikan contoh pada tim sepak bola nasional Indonesia U-19. Namun demikian, menurut implementasi pada skuat besutan Indra Sjafri masih minimalis.
Roy mengungkapkan Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan sports science secara lebih masif. Politisi partai Demokrat itu mengatakan Indonesia memiliki rumah sakit khusus olahraga di Cibubur, Jakarta Timur, namun masih menemui kendala.
“Di rumah sakit khusus olahraga di Cibubur, kami sudah memiliki peralatan-peralatan yang sudah mendukung ke arah sana. Namun demikian, belum termanfaatkan secara baik karena sumber daya manusia yang kami miliki belum miliki. Saat ini saya kebagian tugas untuk mencuci piring, untuk memaksimalkan, bukan membuat sesuatu yang baru,” ungkap Roy.
Baca tanpa iklan