TRIBUNNEWS.COM - Update cedera Nami Matsuyama setelah mengalami momen menyakitkan ketika bertanding di final Vietnam Intercollegiate Championships 2026 akhir bulan Maret lalu.
Saat itu, dia bersama Hiroki Midorikawa tengah berjuang untuk mengamankan gelar juara, tapi di tengah perjalanan dia terjatuh di lapangan dan berujung mengundurkan diri.
Pemain ganda asal Jepang itu harus menerima kenyataan pahit bahwa perawatan intensif akan dilakukan untuk menyelamatkan rasa sakit di kakinya.
Setelah kurang lebih sepekan memberikan kabar tersebut, Nami memberikan informasi terbaru setelah diagnosis cederanya telah diketahui.
Sebagaimana mengutip saishunkan-badmintonteam.jp, Nami mengalami dua cedera horor yakni Cedera ligamen krusiat anterior kiri (ACL) dan Cedera ligamen kolateral medial (MCL).
"Kami ingin menginformasikan bahwa, setelah pemeriksaan mendetail sekembalinya ke Jepang, Nami Matsuyama, yang mengalami cedera dalam final Vietnam Intercollegiate Championships pada 29 Maret lalu hingga harus mengundurkan diri dari pertandingan, telah didiagnosis sebagai berikut;,"
"Cedera ligamen krusiat anterior kiri (ACL) dan Cedera ligamen kolateral medial (MCL). Mulai saat ini, ia akan fokus pada proses operasi dan rehabilitasi di bawah bimbingan dokter."
"Kami sangat berterima kasih kepada seluruh penggemar atas pesan-pesan hangat yang telah kami terima. Seluruh tim akan bekerja sama untuk mendukung Matsuyama agar ia dapat kembali menunjukkan permainan energetiknya di lapangan. Kami memohon dukungan berkelanjutan Anda untuk Matsuyama."
Apa Itu ACL dan MCL?
Secara anatomis, lutut manusia ditopang oleh jaringan kuat bernama ligamen. Mengutip penjelasan dari Mayo Clinic Florida, ACL dan MCL memiliki peran yang berbeda namun sama-sama krusial.
ACL (Anterior Cruciate Ligament) ini adalah ligamen yang melintang di tengah sendi lutut. Fungsinya adalah menjaga agar tulang kering tidak bergeser ke depan dan memberikan stabilitas saat kaki melakukan gerakan berputar atau rotasi.
MCL (Medial Collateral Ligament) merupakan jaringan yang berada di sisi dalam lutut. Fungsinya adalah mencegah lutut menekuk ke arah dalam secara berlebihan saat mendapatkan tekanan dari sisi luar.
Baca juga: Pecah dari Shida Malah Cedera Lagi, Nami Matsuyama Kembali Berjibaku dengan Pemulihan
Dampak pada Atlet
Bulu tangkis adalah olahraga yang sangat menuntut fisik. Gerakan melompat (smash), berhenti mendadak, serta perubahan arah yang eksplosif sangat membebani lutut.
Ketika ACL putus, lutut kehilangan jangkar utamanya. Berdasarkan literatur medis dalam Jurnal Ortopedi dan Traumatologi Indonesia, bagi pemain bulu tangkis, kehilangan stabilitas ini membuat mereka sulit melakukan manuver cepat atau mendarat dengan aman setelah melompat.
Umumnya, cedera ACL memerlukan operasi rekonstruksi dan masa pemulihan (rehabilitasi) selama 6 hingga 12 bulan.
Kabar baiknya, dengan teknologi medis saat ini, cedera ini bukan lagi vonis mati bagi karier atlet.
Baca tanpa iklan