Menurut keterangan Eddy Saddak, memang tidak ada batasan untuk penampilan setiap joki di pentas pacuan PON XIX/2016 nanti.
"Satu joki diperbolehkan menunggang lebih dari satu ekor kuda," kata pemilik Aragon Horse Racing & Equestrian Sports, Lembang, itu.
Di cabor berkuda, atlet dan kuda memang harus bersinergi, baik di pacuan atau equestrian. Penyatuan dari dua jiwa itu yang membuat penampilan "pasangan" tersebut menjadi solid pada setiap perlombaannya. Walau demikian, atmosfir atau suasana perlombaan juga bisa memberi pengaruh. tb
Baca tanpa iklan