News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Fabrice Fairtex Delannon Petarung Terbaik yang Dimiliki Prancis Saat ini

Penulis: Toni Bramantoro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Fabrice Fairtex Delannon

Sekarang, setelah beberapa tahun berlatih di gym, Ia juga masih menemukan dirinya termotivasi dan kompetitif seperti sebelumnya, lapar untuk membuktikan bahwa ia memiliki apa yang diperlukan untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Tak hanya kemenangan untuk menjadi juara dunia, Delannon juga berkeinginan untuk memberi dan membantu anak-anak yang ingin menjadikan bela diri sebagai jalan hidupnya.

“Tantangan ini masih menjadi motivasi bagi saya. Lebih jauh lagi, saya termotivasi untuk terus mempelajari seni Muay Thai, untuk mengajarkan kepada anak-anak bahwa seperti apa yang saya lakukan, menunjukkan kepada mereka arah yang tepat, dan membantu mereka meraih kesuksesan,” tutupnya.

Penantang kelas ringan (lightweight) asal Rusia, Timofey Nastyukhin sudah tak asing menghadapi kesulitan. Nastyukhin sukses membalikkan kekalahan dari Herbert Burns pada kekalahan pertamanya di ONE Championship, dengan menghancurkan Rob Lisita dalam enam detik pada bulan Mei 2016.

Enam bulan kemudian, Nastyukhin berusaha untuk meneruskan momentumnya dengan meraih kemenangan melawan mantan Juara Dunia Kelas Ringan ONE, Kotetsu Boku di ajang ONE: DEFENDING HONOR di Singapura, namun keadaan justru berbalik bagi atlet dari Russian Top Team tersebut .

Setelah melakukan tendangan rendah yang mengarah ke kaki depan Boku, tulang kering kanan Nastyukhin tampak cedera parah. Meski pada akhirnya ia mampu menahan sakit dan menyelesaikan ronde pertama, namun sangat jelas jika Nastyukhin tak dapat melanjutkan pertarungan dan memberikan Boku kemenangan technical knockout (TKO).

Selain kekalahan, Nastyukhin meninggalkan Singapore Indoor Stadium pada malam bulan November tersebut dengan ketidakjelasan yang menggantung bagi dirinya dan karir bela dirinya.

“Malam itu hampir menghabiskan seluruh karir saya,” papar Nastyukhin di website resmi ONE Championship.

“Mereka membawa saya meninggalkan gedung dengan tandu dan membawa saya ke rumah sakit dimana saya mendengar diagnosis-nya bahwa tulang kering saya patah.”
Tak hanya cedera fisiknya, Nastyukhin juga harus berhadapan dengan tekanan mental yang datang bersamaan.

“Sabuk juara selalu menjadi tujuan saya. Saya tak berada di sini hanya untuk mencetak angka-angka,” tegasnya. “Namun tepat setelah pertarungan, pikiran negatif dan keraguan memenuhi pikiran saya.”

Operasipun dibutuhkan untuk menyembuhkan tulang keringnya yang patah dengan memasang plat besi di dalam kakinya.

“Dokter rumah sakit di Singapura melakukan pekerjaan yang fantastis, dan operasi berjalan baik,” ujarnya. Setelah operasi Nastyukhin pulang kembali ke rumahnya di Russia untuk memulihkan kondisinya.

Kurang dari satu tahun setelah cederanya pulih, Nastyukhin langsung meraih kemenangan pada laga pertama kembali ke ring ONE Championship dengan mengalahkan Koji Ando pada bulan Agustus 2017. Nastyukhin memasuki tahun 2018 dengan meyakinkan melalui kemenangan angka mutlak melawan penantang utama Amir Khan.

Di laga ONE: CONQUEST OF HEROES pada 22 September 2018 mendatang di the Jakarta Convention Center, Indonesia, Nastyukhin akan melawan petarung Turki Saygid Guseyn Arslanaliev.

Jika sukses meraih kemenangan, Nastyukhin akan mencatatkan kemenangan ketiganya berturut-turut sejak kembali dari cedera. Lebih penting lagi, kemenangan ini berarti membawanya pada jalur gelar juara.

Untuk informasi terbaru tentang ONE Championship, silahkan kunjungi www.onefc.com, follow kami di Twitter and Instagram @ONEChampionship, dan sukai kami di Facebook https://www.facebook.com/ONEChampionship.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini