News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

Teriakan Ea Ea di Indonesia Open 2025 Dinilai Mengintimidasi, Axelsen Tak Setuju

Penulis: Isnaini Nurdianti
Editor: Drajat Sugiri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

VIKTOR AXELSEN JUARA - Ekspresi kegembiraan pebulu tangkis tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen usai mengalahkan pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dalam babak final Kapal Api Group Indonesia Open 2023 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (18/6/2023). Axelsen dengan tegas tak setuju dengan pendapat yang menilai teriakan ea ea di Indonesia Open 2025 sebagai tindakan intimidasi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM - Perhelatan Indonesia Open 2025 yang saat ini tengah berlangsung menyuguhkan serba-serbi menarik di dalam maupun luar lapangan.

Terbaru, ada seorang netizen berpendapat terkait teriakan "ea ea" yang terdengar dari bangku penonton Istora Senayan.

Netizen tersebut berpendapat jika teriakan "ea ea" merupakan sebuah tindakan yang mengintimidasi lawan.

Contohnya saat pertandingan 16 besar tunggal putra yang mempertemukan Jonatan Christie vs Lee Cheuk Yiu dari Taiwan.

Ketika Jonatan Christie atau yang akrab disapa Jojo melakukan pukulan bola ke arah Lee, suporter dengan lantang meneriakan "ea ea".

Baca juga: Ganda Putra Malaysia Berjaya, Berkah Tersingkirnya Jagoan Denmark di 16 Besar Indonesia Open 2025

INDONESIA OPEN 2025 - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis tunggal putra Singapura Jia Heng Jason Teh pada babak 32 besar Kapal Api Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (3/6/2025). Axelsen dengan tegas tak setuju dengan pendapat yang menilai teriakan "ea ea" di Indonesia Open 2025 sebagai tindakan intimidasi. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Situasi tersebut membuat suasana pertandingan menjadi riuh.

Hal itulah yang membuat seorang netizen dengan akun X @bigbellyb**** geram.

Menurutnya, etika penonton yang ada di Istora sangatlah buruk.

"Etika penonton di istora (emot jempol ke bawah), Anda bebas menyemangati tim favorit Anda, tetapi sengaja membuat suara untuk mengintimidasi/mengganggu lawan adalah hal yang sangat rendah," tulisnya.

Sontak, cuitan tersebut mengundang reaksi dari netizen lainnya, khususnya badminton lovers Tanah Air.

Karena memang, teriakan "ea ea" sangatlah lumrah dan tidak ada maksud untuk mengintimidasi lawan.

Bahkan di gelaran Malaysia Masters 2025 kemaren, penonton yang memadati Axiata Arena juga melakukan hal serupa.

Baca juga: Rekap Hasil Indonesia Open 2025: Ditutup Kemenangan Fajar/Rian, 5 Wakil Tuan Rumah ke Perempat Final

Perdebatan netizen soal teriakan "ea ea" lantas mengundang perhatian pebulu tangkis tunggal putra andalan Denmark, Viktor Axelsen.

Dengan tegas, Axelsen tak setuju dengan pendapat yang menilai teriakan "ea ea" sebagai tindakan intimidasi.

"Selalu seperti ini. Sebagian besar pemain menyukainya. Membawa gairah ke dalam permainan. Kami tidak menginginkan penonton yang tenang," tulis Axelsen melalui akun @ViktorAxelsen.

Gemuruh riuh Istora memang sudah lekat dengan Axelsen.

Axelsen beberapa kali tampil di Istora.

Sayang kali ini ia absen di Indonesia Open 2025 lantaran masih menjalani pemulihan pasca-operasi.

Riuh gemuruh Istora berhasil mengantarkan Axelsen meraih hattrick gelar juara Indonesia Open 2021, 2022, 2023.

(Tribunnews.com/Isnaini)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini