News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

Sorotan Mundurnya Kunlavut dan Satwik/Chirag di Polytron Indonesia Open 2026, Setor Muka Lalu Cabut

Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KUNLAVUT VITIDSARN - Tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn saat berhadapan dengan Lu Guangzu final Badminton Asia Championships 2025 di Ningbo, China, pada 13 April 2025. Mundurnya Kunlavut Vitidsarn dan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty di 32 besar Indonesia Open 2026 memicu kembali polemik aturan denda BWF. (Foto: Badminton Asia)

TRIBUNNEWS.COM - Ajang Polytron Indonesia Open 2026 belum benar-benar memasuki fase panas, tetapi gelombang mundurnya para pemain top dunia sudah lebih dulu mencuri perhatian publik bulu tangkis. 

Sorotan terbesar mengarah kepada tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn, serta ganda putra India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty yang sama-sama memilih retired di tengah laga babak 32 besar di Istora Senayan, Rabu (3/6/2026).

Situasi ini memunculkan kembali perdebatan soal aturan BWF yang dianggap memaksa pemain tetap hadir di turnamen level Super 1000 meski sedang dalam kondisi cedera.

Kunlavut, yang merupakan ranking tiga dunia, hanya bermain enam poin saat menghadapi wakil Prancis, Toma Junior Popov.

Juara dunia 2023 tersebut tertinggal 1-5 sebelum akhirnya memutuskan mundur karena cedera otot punggung yang sebenarnya sudah dirasakan sejak Singapore Open pekan lalu.

Kabar cedera Kunlavut memang sudah beredar sebelum Indonesia Open dimulai. Namun, ia tetap datang ke Jakarta dan turun bermain walaupun akhirnya hanya tampil beberapa menit.

Keputusan itu kemudian memunculkan dugaan bahwa Kunlavut sengaja hanya "setor muka" demi menghindari denda dari BWF.

Baca juga: Cedera Kunlavut Vitidsarn dari Singapore Open 2026: Punggung Bawah Sakit untuk Membungkuk

Dalam regulasi BWF, pemain elite (15 besar di nomor tunggal, 10 besar di nomor ganda) diwajibkan tampil di semua turnamen Super 1000 dan Super 750 serta beberapa turnamen Super 500. 

Jika absen tanpa alasan yang bisa diterima, pemain bisa terkena denda hingga 5.000 dolar AS atau sekitar Rp89 juta per turnamen yang dilewati.

Juara Olimpiade asal Denmark, Viktor Axelsen, pernah menghadapi denda dari BWF pada 2023 lalu. Ia absen melewatkan Singapore Open karena pemulihan cedera, namun ternyata tetap dijatuhi denda.

Karena itu, sebagian pemain memilih tetap hadir di turnamen sebelum akhirnya mundur di tengah pertandingan agar terhindar dari sanksi.

Tak hanya Kunlavut, ganda putra India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty juga memilih retired saat menghadapi pasangan Malaysia Aaron Tai/Kang Khai Xing.

Satwik/Chirag baru saja meraih gelar Singapore Open pekan lalu, yang menjadi trofi pertama mereka dalam dua tahun terakhir.

Namun hanya berjarak tiga hari sejak pertandingan final Singapore Open, Satwik/Chirag tak bisa bermain lama.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini