News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

Kata Herry IP soal Naik Daunnya Raymond/Joaquin: Belum Cukup Teruji, Tapi Juga Ogah Anggap Anteng

Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Drajat Sugiri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JUARA AUSTRALIA OPEN- Pasangan non-pelatnas Raymond Indra/Nikolaus Joaquin membuat kejutan dengan meraih gelar juara Super 500 pertama mereka usai menaklukkan rekan senegaranya, pasangan unggulan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dalam pertandingan ketat tiga gim dengan skor 22-20, 10-21, 21-18. Kemenangan ini menandai debut gemilang Raymond/Joaquin di level Super 500. (SUMBER FOTO: PBSI)

TRIBUNNEWS.COM - Keberhasilan pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjuarai Australia Open 2025 masih menjadi sorotan banyak pihak.

Pasangan muda yang bertatus ganda putra pratama pelatnas PBSI ini baru tampil debut di turnamen BWF World Tour Super 500 dan ternyata langsung menjadi juara.

Dalam perjalan meraih titel Australia Open 2025, lawan-lawan yang dihadapi Raymond/Joaquin bukanlah pemain remeh temeh.

Raymond/Joaquin mengalahkan jagoan-jagoan dari Malaysia, diantaranya Man Wei Chong/Kai Wun Tee yang kini menempati ranking lima dunia.

Pasangan muda Indonesia yang berusia 21 dan 20 tahun itu menghajar anak didik Herry IP 21-15, 19-21, 21-15 di babak 8 besar.

Lalu di semifinal juga mengalahkan ranking empat dunia dari Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, 21-15, 21-15.

Puncaknya, senior mereka sendiri, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang pernah juara China Open 2025, ditumbangkan di laga final 20-22, 21-10, 18-21.

Pengamat sekaligus komentator bulutangkis asal Inggris, Gillian Margaret Clark atau yang karib disapa Oma Gill, memberi pujian untuk Raymond/Joaquin.

Baca juga:  Keistimewaan Raymond/Joaquin Menurut Oma Gill, Punya Faktor X yang Tak Terdefinisi

Menurutnya, pasangan muda yang bertatus ganda pratama pelatnas PBSI ini punya keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan para atlet muda lainnya.

"Ada beberapa atlet muda yang entah bagaimana memiliki sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang melampaui keterampilan teknis yang dibutuhkan."

"Faktor X" yang tidak dapat didefinisikan yang Anda rasakan memberi mereka potensi untuk berkembang menjadi sesuatu yang istimewa," tulis Oma Gill melalui akun X-nya.

Namun demikian, pandangan berbeda disampaikan oleh mantan pelatih ganda putra Indonesia, Herry IP.

Pelatih berjuluk Naga Api yang kini melatih untuk Malaysia ini mengaku tak mau buru-buru memberikan pujian setinggi langit kepada Raymond/Joaquin.

Herry IP yang pernah menangani ganda putra Indonesia ini mengaku Raymond/Joaquin belum cukup teruji.

Meski mengakui cukup potensial, masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa pasangan muda Indonesia ini adalah ganda putra yang bakal bersinar di masa depan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini