News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

Menolak Lemah karena Usia, Siasat Jitu Ratchanok Intanon Taklukkan BWF World Tour

Penulis: Niken Thalia
Editor: Dwi Setiawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SELEBRASI - Tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon, mengekspresikan kegembiraannya setelah memenangkan partai final Kumamoto Masters 2025 melawan tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska, pada 16 November 2025. Cerita Intanon soal siasat latihannya. (Foto Arsip November). Dok/BWF

TRIBUNNEWS.COM - Cerita tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon, soal pengalamannya melampaui agenda padat mulai dari SEA Games 2025 hingga BWF World Tour Finals 2025.

Pemain yang diidolakan oleh delegasi Indonesia, Gregoria Mariska alias Jorji, saat ini menyadari betul di usia yang tak lagi muda, perlu siasat tertentu untuk menjaga dirinya agar bisa terus bersaing di BWF World Tour.

Seperti contoh pengalaman Intanon dalam menghadapi jadwal turnamen yang padat pada bulan Desember 2025 lalu, ketika ia harus mengikuti SEA Games dan BWF WTF.

Dilansir BWF, Intanon mengakui sedang tidak berada pada level tertinggi untuk bersaing dengan tujuh pemain tunggal putri elite lainnya pada BWF WTF 2025.

Masuk akal karena kompatriot Kunlavut Vitidsarn tersebut telah mengarungi gelaran SEA Games sekira dua pekan secara beruntun sejak kejuaraan beregu hingga perorangan.

Terlebih Intanon berperan dalam raihan medali emas SEA Games badminton beregu dan perorangan, praktis sang atlet main penuh sepanjang gelaran tersebut.

Belum reda lelah Intanon dari multi-event Asia Tenggara, dia harus bertolak ke Hangzhou, China, untuk mengarungi BWF WTF 2025 yang akan mempertemukannya dengan wakil elite dunia.

Intanon sempat merasa tak ada kepercayaan diri. Dia mencoba untuk melawan keraguan yang ia pikirkan demi bisa menguatkan mentalnya.

Baca juga: Ratchanok Intanon Ungkap Target sebelum Pensiun, Masih Ingin Bersaing hingga Dua Tahun Lagi

"Saya sebenarnya tidak begitu percaya diri dan masih berusaha menemukan keseimbangan. Karena kadang ketika saya sangat membutuhkannya, saya justru tidak mampu mengendalikan apa pun, termasuk mentalitas," buka Intanon.

"Namun, pada akhirnya, saya berhasil mengalahkan diri saya sendiri terlebih dahulu. Itulah yang membuat saya mampu mengalahkan lawan," jelasnya menambahkan.

Fokus Penguatan Fisik Ketimbang Teknis

Seiring dengan lahirnya generasi baru dan ketatnya persaingan di sektor tunggal putri, Intanon mengakui adanya perubahan dalam pendekatan latihannya.

Pemain berusia 30 tahun kini mengurangi porsi latihan teknik dan lebih banyak mencurahkan waktu pada upaya menjaga serta meningkatkan kebugaran fisik. 

"Saya berusaha meningkatkan aspek fisik karena saya percaya hal itu sangat penting pada usia saya saat ini," papar idola Jorji.

"Sisi mental juga sangat berkaitan pada tingkat kepercayaan diri terhadap kebugaran. Jika kondisi fisik terasa baik, performa di lapangan pun bisa maksimal."

Alasan Intanon fokus menjaga kebugaran fisik dibandingkan kemampuan teknik, menurutnya telah terbentuk secara alami sejak usia muda.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini