News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

ASEAN Para Games 2025

Menpora Erick Thohir Optimistis Kontingen Indonesia Capai Target 82 Emas ASEAN Para Games 2025  

Penulis: Abdul Majid
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PELEPASAN KONTINGEN - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir meyakini target 82 medali emas yang dicanangkan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia pada ASEAN Para Games ke-13 Tahun 2025 di Thailand dapat tercapai, Pendopo Balai Kota Surakarta, Sabtu (10/1/2026). dok: Kemenpora

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir meyakini target 82 medali emas yang dicanangkan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia pada ASEAN Para Games ke-13 Tahun 2025 di Thailand dapat tercapai.

ASEAN Para Games 2025 terselenggara pada 20  - 26 Januari 2026 di Thailand.

Keyakinan tersebut didasari persiapan kontingen Merah Putih yang dinilai telah dilakukan secara maksimal.

“Tentu apresiasi yang setinggi-tingginya kepada NPC, chef de mission beserta tim, dan para manajer atlet yang mempersiapkan dengan segala limitasi yang ada, tetapi targetnya masih 82 emas. Ini luar biasa,” kata Menpora Erick seusai pengukuhan dan pelepasan Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 di Pendopo Balai Kota Surakarta, Sabtu (10/1/2026).

Lebih lanjut, Menpora mengungkapkan data menunjukkan Kontingen Indonesia selama keikutsertaannya di ASEAN Para Games rata-rata selalu menempati peringkat satu atau dua.

Baca juga: Isu Pemotongan Bonus Pelatih di Asian Paragames, Menpora Dorong NPC Indonesia Investigasi 

Bahkan, dalam tiga kali penyelenggaraan terakhir pesta olahraga penyandang disabilitas terbesar se-Asia Tenggara tersebut, Indonesia selalu keluar sebagai juara umum.

“Tinggal bagaimana kalau kita mau ranking dua ataupun ranking tiga, selain tuan rumah, kita harus memperhitungkan juga negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia yang memang punya persiapan atlet yang baik juga,” ujar Menpora, yang memastikan akan datang langsung ke Thailand untuk memberikan dukungan.

Menpora Erick juga menegaskan bahwa Kemenpora terus melakukan introspeksi dan transformasi, baik terhadap NPC maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI), terkait penyusunan program jangka pendek, menengah, dan panjang.

Hal ini khususnya dalam rangka persiapan menghadapi berbagai ajang multievent dunia, termasuk program pasca-pertandingan.

Program tersebut antara lain menyangkut keberlanjutan karier atlet setelah tidak lagi aktif bertanding. Untuk itu, akan disusun roadmap jenjang karier dalam program pembinaan tenaga olahraga bagi atlet disabilitas.

“Artinya kita sebagai pembina ini benar-benar memperhatikan para atlet seutuhnya, bukan saat mereka berjaya saja. Bapak Presiden juga meminta saya mempelajari bagaimana nanti dana pensiun atlet yang sedang kita godok,” ucap Menpora.

“Nah, ini yang ingin saya lakukan bersama-sama tim saya, Pak Wamenpora, benar-benar mentransformasi supaya ini tidak hanya sebatas persiapan, tetapi juga pasca dari pertandingan itu sendiri,” terangnya,

Terkait bonus bagi atlet ASEAN Para Games, Menpora Erick menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan dan saat ini masih menunggu keputusan Presiden.

Ia berharap nilai bonus yang diberikan setara dengan bonus atlet SEA Games, sebagaimana formula sebelumnya.

“Tetapi bonus saja tidak cukup. Kemarin kami membuat program yang namanya literasi finansial, supaya bonus-bonus yang didapatkan itu benar-benar bermanfaat untuk masa depan. Bukan cuma dipakai untuk keseharian, tetapi juga untuk masa depan,”

“Program-program seperti inilah yang akan disinergikan, salah satunya dengan NPC dan tokoh-tokoh yang peduli olahraga. Saya berharap, dengan segala kerendahan hati, kita bisa konsolidasi untuk prestasi Indonesia, hari ini dan masa yang akan datang,” pungkasnya.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini