TRIBUNNEWS.COM - Sektor tunggal putri menjadi salah satu nomor yang cukup lama tak dimenangi Indonesia saat turnamen Indonesia Masters berlangsung.
Hingga Indonesia Masters 2026 kali ini, Indonesia menahan dahaga gelar juara selama 11 tahun lamanya.
Hal itu lantaran pemain putri Indonesia yang terakhir kali menjadi juara Indonesia Masters terjadi pada tahun 2014 silam.
Saat itu ada sosok Adriyanti Firdasari yang mengharumkan nama Indonesia di kandang sendiri.
Sedangkan pada tahun 2026 ini, Indonesia memiliki harapan yang tak kalah besar.
Meskipun tak banyak tunggal putri Merah Putih yang akan tampil di Istora, peluang menjadi yang terbaik di akhir turnamen tetap ada.
Baca juga: Hasil Indonesia Masters 2026: Fajar/Fikri Lolos 16 Besar, Debut Manis di Istora Sebagai Pasangan
Indonesia akan mengandalkan Putri Kusuma Wardani (Putri KW) sebagai tumpuan di ajang Super 500 ini.
Putri KW bisa dibilang punya peluang cukup besar menjadi juara.
Hal itu lantaran ada banyak pemain top dunia yang absen di Indonesia Masters kali ini.
Nama-nama seperti An Se-young, Wang Zhiyi, hingga Akane Yamaguchi tak dapat dijumpai di daftar pemain fase penyisihan.
Bahkan unggulan pertama turnamen berpindah ke tangah pebulu tangkis China, Chen Yufei.
Padahal Chen Yufei kini menduduki peringkat 5 dunia di ranking BWF.
Faktor itu juga merembet kepada Putri KW yang sebenarnya menempati ranking 7 dunia.
Ia kini menjadi unggulan kedua untuk mengikuti Indonesia Masters 2026.
Baca tanpa iklan