TRIBUNNEWS.COM - Update ranking BWF pekan ini bakal memperlihatkan kenaikan peringkat yang dialami sejumlah wakil Indonesia bersamaan dengan rampungnya perhelatan Badminton Asia Team Championships 2026 (BATC) atau Kejuaraan Beregu Asia.
Laga final BATC 2026 baru saja selesai kemarin, Minggu (8/2/2026), bertempat di bertempat di Qingdao Conson Gymnasium, China.
BATC 2026 beregu putra dimenangkan Jepang yang berhasil mengalahkan China dengan skor 0-3.
Lalu untuk BATC 2026 beregu putri dimenangkan Korea Selatan yang menundukkan China dengan skor yang sama yakni 0-3.
Sedangkan tim beregu putra dan putri Indonesia mengawinkan medali perunggu BATC 2026.
Terlepas dari hasil akhirnya, keberhasilan tim beregu putra dan putri Indonesia dalam meraih medali perunggu BATC 2026 kemudian berimbas kepada ranking dunia beberapa pemainnya.
Karena memang, setiap pemain yang mampu meraih kemenangan saat diturunkan di BATC 2026 akan mendapat poin yang bisa menaikkan ranking dunia mereka.
Baca juga: Kejutan Jepang di BATC 2026: Melempemnya Chiharu Shida Bikin Tradisi Medali Luput
Untuk perhitungannya ada rumusnya tersendiri.
Rumusnya adalah, rata-rata poin ranking sang pemenang ditambah poin ranking pemain yang kalah, kemudian dibagi 100.
Namun yang menjadi catatan, jika pemain turun di dua laga dan sama-sama meraih kemenangan, maka akan diambil ranking dunia lawan paling tertinggi.
Contoh kasusnya adalah Anthony Sinisuka Ginting.
Ginting tercatat mengisi daftar susunan pemain tim beregu putra Indonesia saat melakoni fase grup melawan Myanmar dan Malaysia.
Ginting selalu bisa menyumbang poin kemenangan untuk tim beregu putra Indonesia.
Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu mengalahkan Nyan Shaine Lin (Myanmar/ranking 559/1.720 poin) dan menang atas Kong Wei Xiang (Malaysia/ranking 343/4.270 poin).
Baca juga: Hasil Final BATC 2026: Jepang Ikuti Jejak Korea Selatan yang Mengukir Sejarah Manis
Maka untuk kasus Ginting, yang diambil adalah poin dari Kong Wei Xiang karena memiliki ranking paling tinggi.
Baca tanpa iklan