TRIBUNNEWS.COM - Pecco Bagnaia bisa mengalami kenaikan gaji cukup dratis jika bergabung ke Monster Energy Yamaha pada MotoGP 2027.
Menjadi rahasia umum bahwa nama Francesco 'Pecco' Bagnaia masuk daftar komoditi panas untuk bursa transfer pembalap MotoGP 2027.
Kontraknya yang akan berakhir di Ducati setelah MotoGP 2026, membuat masa depan Italiano 29 tahun ini kian tak menentu. Apalagi setelah Ducati Lenovo Team mendahulukan kontrak Marc Marquez ketimbang Pecco Bagnaia.
Meski secara durasi waktu Pecco Bagnaia lebih lama di Ducati, namun tak menjamin masa depannya di pabrikan Bologna, Italia itu aman sepenuhnya.
Terlebih setelah gagal juara dunia musim 2024 dan menukik drastis finis di peringkat lima klasemen akhir MotoGP 2025, cukup untuk Ducati meragukan performa Pecco Bagnaia.
Kini, mantan pembalap Pramac Prima Racing ini dikaitkan kepindahannya ke tim pabrikan rival Ducati. Isu yang beredar, Aprilia dan Yamaha menjadi yang terdepan untuk mengamankan tanda tangan suami Domizia Castagnini mulai musim 2027.
Mantan manajer Valentino Rossi, Carlo Pernat memberikan respons atas kabar yang beredar.
Pernat meyakini duet Marco Bezzecchi-Pecco Bagnaia tidak akan terwujud. Bagnaia justru memungkinkan bergabung dengan Yamaha bersama Jorge Martin.
"Menurut saya, satu hal yang pasti adalah Pedro Acosta akan menunggangi Ducati, mengingat omongan dia kepada manajernya dan semua orang bahwa dia menginginkan Desmosedici, dan tidak peduli dengan bayaran ataupun timnya," ungkap Pernat, dikutip dari laman Motosan.
"Pecco butuh jadi pembalap nomor satu. Dia tidak lagi di Ducati, jadi saya rasa dia akan pergi dan bisa jadi pembalap nomor satu di Yamaha," lanjut dia.
Lantas siapa yang akan jadi tandem Bezzecchi di Aprilia, Pernat menjawab: "Enea Bastianini, atau mungkin Fabio Di Giannantonio."
Baca juga: Marc Marquez Mainkan Kontrak Baru di Ducati, Buat Celah Pulang ke Honda pada MotoGP 2028
Berapa Gaji yang Ditawarkan Yamaha?
Sama seperti halnya Honda Racing Corporation (HRC), Monster Energy Yamaha merupakan pabrikan dengan kekuatan finansial mumpuni.
Bahkan di MotoGP 2025, Yamaha menunjukkan kekuatan keuangan mereka dengan menempatkan pembalapnya, Fabio Quartararo, sebagai rider dengan jumlah bayaran tertinggi.
El Diablo, julukan Fabio Quartararo, di musim 2025 mendapatkan bayaran 12 juta Euro atau sekitar Rp239 miliar.
Wajar dengan kekuatan finansial tersebut, terlepas pengembangan M1 yang masih tertinggal, banyak pembalap yang tertarik untuk mengisi kursi garasi pabrikan berlogo Garpu Tala ini.
Baca tanpa iklan